JEPARA, RADARPATI.ID — Lanjutan pembangunan Pasar Bangsri baru untuk tahun ini terancam gagal terlaksana.
Pasalnya, saat ini Pemerintah Kabupaten Jepara tengah melakukan penyesuaian anggaran atau refocusing terhadap beberapa target kegiatan.
Dan Pembangunan Pasar Bangsri itu juga termasuk yang terdampak hal itu.
Itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara Ary Bachtiar.
Bila benar-benar terdampak refocusing, bisa jadi tahun ini lanjutan pembangunan pasar tersebut akan tertunda.
”Penyesuaian anggaran masih berproses, kemungkinan besar tahun ini ditunda,” ungkapnya kemarin.
Bila itu terjadi, kasus tahun 2020 akan kembali terulang. Di mana saat itu pembangunan Pasar Bangsri harus terhenti lantaran terdampak refocusing anggaran untuk kegiatan penanganan Covid-19.
Dan baru dilanjut kembali di tahun 2021 dengan menelan anggaran Rp 5 miliar. Lalu dilanjut tahun 2022 dengan anggaran Rp 8 miliar, dan Rp 13 miliar tahun lalu.
Untuk tahun ini, dari keterangan Ary, pihaknya sebenarnya mengajukan Rp 30 miliar. Namun alokasi yang didapat Rp 14 miliar.
Pihaknya masih menantikan apakah anggaran tersebut benar-benar disesuaikan atau tidak.
”Harapannya tetap berlanjut, tetapi kembali lagi kepada kondisi keuangan Pemda,” tandasnya kemarin.
Terkait sasaran pembangunannya, tahun ini mestinya masuk tahap finishing. Mulai dari pemasangan instalasi kelistrikan hingga pembangunan tahap akhir kios-kios yang ada.
Dan diharapkan, akhir tahun ini pula pasar tersebut bisa mulai dimanfaatkan secara fungsional.
Pasar tersebut nantinya akan memiliki 1.413 kios. Terdiri dari 114 kios menghadap keluar, 124 kios menghadap ke dalam, 558 kios dalam los, 1 kios bubut, 2 kios selep, 184 lapak basah, 347 lapak kering, dan 83 kios untuk pedagang bekas pasar hewan. (rom/him/ade)
Editor : Alfian Dani