Terima Laporan 27 Kejadian Akibat Cuaca Ekstrim
JEPARA, RADARPATI.ID — Banjir yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Jepara berangsur surut kemarin.
Dari pantauan di lapangan, genangan banjir tersisa di Desa Sowan Kidul RT 3/RW 2, Kecamatan Kedung.
Namun genangannya pun tak sampai masuk rumah, hanya merendam jalanan kampung dan pekarangan rumah.
Ketinggian airnya sekitar 5 hingga 10 centimeter. Daimah, seorang warga RT 3/RW 2 Desa Sowan Kidul menjelaskan, banjir mulai melanda kampungnya justru Sabtu (9/3) malam.
Saat banjir di wilayah lain berangsur surut. Banjir tersebut ditimbulkan akibat meluatnya aliran sungai di dekat RT tersebut.
”Tapi sejak tadi siang (kemarin, Red) sekitar pukul 11.00 WIB, sudah berangsur surut. Tidak sampai masuk rumah,” katanya kemarin.
Diketahui, sebelumnya beberapa daerah di Jepara memang terendam banjir. Itu ditimbulkan meluapnya beberapa sungai saat terjadi hujan deras sejak Jumat (8/3) hingga Sabtu (9/3) malam.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, selain melanda Desa Sowan Kidul, banjir tersebut di antaranya melanda Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan.
Di sana, air menggenangi jalan raya dengan ketinggian sekitar 70 centimeter.
Akibatnya, ruas jalan tersebut sempat tidak dapat dilalui kendaraan. Namun dari pantauan di lapangan kemarin, seluruh sisa genangan banjir di lokasi tersebut telah surut.
Ruas tersebut juga sudah bisa dilalui kendaraan. Selain itu, banjir juga melanda area persawahan di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri.
Lalu di Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung, dan Desa Troso, Kecamatan Pecangaan. Faktornya juga disebabkan meluapnya aliran sungai di wilayah tersebut.
Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Jepara Ali Wibowo menjelaskan, dalam penanganan banjir di beberapa titik tersebut, pihaknya telah mengirimkan tim untuk menanggulangi.
Juga mengirimkan bantuan karung untuk mengatasi tanggul yang kritis.
Berdasarkan data dari BPBD Jepara, selama cuaca ekstrim yang berlangsung sejak Jumat (8/3) hingga Sabtu (9/3), BPBD Jepara menerima 27 laporan kejadian bencana.
Selain banjir, ada angin putting beliung yang terjadi Sabtu (9/3) sekitar pukul 04.00 WIB di Desa Sinanggul dan Suwawal, Kecamatan Mlonggo.
Tidak ada korban jiwa atas kejadian itu, namun terdapat 45 rumah rusak diterpa angin.
Selain itu, ada juga tanah longsor yang terjadi di Desa Bungu, Kecamatan Mayong, Desa Dudakawu, Kecamatan Kembang, dan Desa Damarwulan, Kecamatan Keling pada Sabtu (9/3).
Akibatnya, ada tiga rumah rusak tertimpa material longsor.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto menjelaskan, saat ini status tanggap darurat bencana di Jepara memang telah diturunkan sejak awal Maret lalu.
Namun, statusnya masih transisi. Bila terdapat peningkatan kejadian akibat cuaca buruk, bisa sewaktu-waktu ditingkatkan kembali.
”Sementara SK-nya kami turunkan menjadi status transisi selama sebulan. Jadi nanti seandainya terjadi peningkatan lagi kejadian bencana, tinggal kami naikkan lagi,” kata Arwin. (rom/him/ade)
Editor : Alfian Dani