JEPARA, RADARPATI.ID – Warga Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, melaksanakan tradisi Baratan untuk menyambut bulan Ramadan. Pemeran Ratu Kalinyamat diarak keliling desa.
Arak-arakan ini dimulai pukul 20.00 Sabtu (2/3). Sebelum arak-arakan, warga melaksanakan ritual wajib seperti makan puli bersama, selametan, ubo rampe, hizib manakib oleh sesepuh desa.
Tradisi baratan ini diramaikan oleh ribuan warga sekitar yang antusias menonton arak-arakan dan ingin merebut gunungan sayur dan buah.
Karena ramai, masjid sekitar dan gang-gang desa disesaki oleh kendaraan roda dua.
Gus Muhammad, koordinator kegiatan mengatakan Desa Kriyan menyimpan sisa dari Kerajaan Jepara yang dipimpin oleh Pahlawan NasIonal, Ratu Kalinyamat.
Situs ini adalah “Siti Hinggil “ yang juga menjadi tema tradisi arak-arakan tahun 2024. Kata Gus Muhammad, situs ini merupakan bukti bahwa Kerajaan Jepara ialah kerajaan yang berlandaskan nilai keislaman.
Karenanya, tidak mengherankan jika Kriyan merupakan penggalan kata dari bahasa sanskerta ‘rakriyan’—yang bermakna tempat tinggal para bangsawan.
Sebagai wujud syukur dan penghormatan kepada para leluhur, kata Gus Muhammad Panitia Pekan Budaya Desa Kriyan tahun 2024 mengambil tema “ Siti Hinggil”.
Tema ini diambil dengan semangat melestarikan objek budaya daerah Jepara.
“Dengan tema ini, panitia berikhtiar agar situs Siti Hinggil yang beberapa tahun ini telantar akan diperhatikan kembali,” kata Gus Muhammad.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Moh Eko Udyyono yang hadir membuka acara mengajak masyarakat sekitar untuk melestarikan tradisi tersebut.
Apalagi kegiatan ini juga untuk menyambut bulan suci Ramadan.
“Semoga tahun depan sama-sama kita jaga bareng (kegiatannya), kita syukuri sebentar lagi kita ikut memasuki bulan suci ramadan yang kita tunggu-tunggu,” jelas Moh Eko.
Acara selesai sekitar pukul 22.00. Setelah arak-arakan, gunungan sayur dan buah langsung direbut warga. Kurang dari 3 menit, gunungan sudah ludes. (nib/war)
Editor : Achmad Ulil Albab