JEPARA, RADARPATI.ID — Sebuah rumah di RT 18/RW 4 Desa Petekeyan, Kecamatan Tahunan rusak kemarin dini hari.
Rumah huni milik Abdul Afif, 44, itu mengalami kerusakan usai diterpa hujan deras disertai angin kencang sejak Sabtu (10/2) malam hingga dini hari kemarin.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, kejadian tersebut terjadi Minggu (11/2) sekitar pukul 01.00 WIB.
Kerusakan terparah berada di bagian teras rumah. Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugiannya ditaksir mencapai Rp 30 juta.
Selain menyebabkan sebuah rumah rusak, hujan yang disertai angin kencang di beberapa wilayah Kabupaten Jepara juga menyebabkan beberapa pohon tumbang.
Di antaranya ada di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang dan di Kelurahan Potroyudan, Kecamatan Kota.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto menjelaskan intensitas hujan di Jepara saat ini masih relatif tinggi. Sementara terkait dampak bencana yang ditimbulkan, sejauh ini merata hampir di seluruh wilayah Jepara.
”Dampak di Jepara tidak terlalu signifikan. Ada pohon tumbang, rumah roboh. Tapi itu menurut kami masih dalam tahapan yang masih bisa ditolerir,” kata Arwin kemarin.
Terkait intensitas hujan yang meningkat, ia mengakui juga menimbulkan peningkatan debit air di aliran Sungai SWD II.
Dari keterangannya kemarin, ketinggiannya hampir mendekati ketinggian tanggul. Untuk jaga-jaga, pihaknya telah menyiagakan relawan di dekat aliran tersebut.
”Sehingga jika nanti debitnya sudah melewati tanggul, mungkin kami akan bergeser ke sana, menyiapkan perahu karet di sana, seandainya ada sesuatu yang tidak diinginkan, kami sudah di spot--nya,” tandas Arwin. (rom/war)