Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Gedung SD Bina Anak Sholeh Tembalang Semarang Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Pembakaran Sampah

Abdul Rochim • Jumat, 10 Juli 2026 | 19:23 WIB
LUDES: Gedung SD Bina Anak Sholeh, di Tembalang Semarang terbakar, pada Jumat (10/7) sore.
LUDES: Gedung SD Bina Anak Sholeh, di Tembalang Semarang terbakar, pada Jumat (10/7) sore.

SEMARANG – Gedung Sekolah Dasar (SD) Bina Anak Sholeh (BIAS) di Jalan Rowosari Raya, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, ludes dilalap api pada Jumat (10/7) sore.

Kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke bangunan sekolah.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Api diduga bermula dari sampah yang dibakar di salah satu sudut lingkungan sekolah.

Baca Juga: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Tiba di Gedung KPK Usai OTT, Langsung Jalani Pemeriksaan

Tiupan angin yang cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat menjalar ke bangunan SD yang sebagian besar menggunakan material kayu.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan bangunan yang terbakar merupakan gedung SD yang berada di bagian belakang kompleks Sekolah BIAS.

"Yang terbakar adalah gedung SD. Habis semuanya. Di kompleks itu bagian depan merupakan gedung TK, sedangkan yang belakang adalah gedung SD," ujarnya.

Menurut Tantri, informasi awal yang diterima petugas menyebut sumber api berasal dari aktivitas pembakaran sampah di area sekolah.

Embusan angin kemudian membuat api menyambar bangunan yang didominasi material kayu sehingga kobaran cepat membesar.

"Penyebab awal yang kami terima ada aktivitas membakar sampah di pojok area sekolah. Kemungkinan karena angin cukup besar, api kemudian menjalar ke bangunan kayu," katanya.

Saat petugas pemadam tiba di lokasi, api sudah membakar hampir seluruh bangunan. Proses pemadaman juga sempat terkendala keterbatasan sumber air di sekitar lokasi.

"Ketika laporan masuk, api sudah cukup besar. Bangunan yang terbakar kini rata dengan tanah. Kami juga sempat mengalami kendala karena sumber air di sekitar lokasi habis," jelasnya.

Sebanyak 20 personel Damkar diterjunkan bersama empat unit mobil pemadam kebakaran untuk mengendalikan api.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan guna mencegah munculnya titik api baru.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran terjadi, aktivitas belajar mengajar telah selesai sehingga hanya ada penjaga sekolah yang berada di lokasi.

"Tidak ada korban jiwa karena kegiatan sekolah sudah selesai. Saat kejadian hanya ada penjaga sekolah," ungkap Tantri.

Meski tidak menimbulkan korban, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Namun, nilai pasti kerugian masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
#Damkar Semarang #kebakaran SD BIAS Semarang #SD Bina Anak Sholeh #kebakaran Tembalang #pembakaran sampah