Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pemprov Jateng Beber Tambak Udang Vaname Sukses Panen di Tengah Kawasan Industri

Abdul Rochim • Selasa, 7 Juli 2026 | 12:41 WIB
Guber Jateng Ahmad Luthfi memimpin panen raya di tambak udang vaname. (HUMAS JATENG)
Guber Jateng Ahmad Luthfi memimpin panen raya di tambak udang vaname. (HUMAS JATENG)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil memanen udang vaname di tambak milik Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Tugu yang berada di Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Kota Semarang, Senin (6/7/2026).

Keberhasilan tersebut dicapai berkat penerapan teknologi closed system yang memungkinkan budidaya tetap optimal meski berada di kawasan industri.

Panen raya tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Tambak seluas 1.561 meter persegi itu dikelola Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah dan menjadi percontohan revitalisasi tambak modern di wilayah Pantai Utara (Pantura).

Baca Juga: Gubernur Luthfi bersama Bupati Sam'ani Salurkan BLT Cukai untuk Buruh Rokok, Segini Nilai Bantuan dan Tujuannya

Kepala DKP Jawa Tengah Endi Faiz Efendi mengatakan, panen dilakukan di Petak B3 Loka PBI Tugu setelah masa budidaya sekitar 82 hari.

Dari satu siklus budidaya tersebut, produksi udang vaname ditargetkan mencapai sekitar 1,3 ton dengan ukuran rata-rata 60 ekor per kilogram.

Menurut Endi, keberhasilan budidaya tidak lepas dari penerapan sistem tertutup atau closed system, yang dirancang untuk meminimalkan penggunaan air dari luar karena lokasi tambak berada di kawasan industri.

"Kami hanya menggunakan sedikit air dari luar, kemudian dilakukan proses treatment menggunakan dolomit, kaporit, dan aerasi sebelum dimanfaatkan untuk budidaya," ujarnya.

Udang hasil panen dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dengan harga sekitar Rp60 ribu per kilogram.

Selain menghasilkan produk perikanan, Loka PBI Tugu juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hingga Semester I 2026, realisasi PAD telah mencapai sekitar 72 persen dari target tahunan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ahmad Luthfi meminta DKP Jawa Tengah memperkuat sentra pembibitan ikan dan udang.

Menurutnya, pengembangan pembibitan akan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat karena biaya produksinya lebih rendah, siklus usaha lebih cepat, dan mampu mendukung ketahanan pangan.

Ia menilai balai perikanan milik pemerintah harus menjadi pusat penyediaan benih unggul yang mudah diakses para pembudidaya sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh benih berkualitas.

Selain itu, Luthfi meminta tenaga ahli dan penyuluh perikanan lebih aktif mendampingi masyarakat, mulai dari penyediaan benih, pendampingan budidaya, hingga pemasaran hasil panen.

"Sehingga masyarakat tidak perlu mencari ke mana-mana. Dinas harus benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Menurut Luthfi, sektor perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Dengan garis pantai yang membentang di 17 kabupaten/kota, Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk mengembangkan budidaya perikanan.

Namun, sebagian besar tambak di wilayah Pantura masih dikelola secara tradisional sehingga perlu direvitalisasi agar produktivitasnya meningkat.

Ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan terkait rencana revitalisasi sekitar 72 ribu hektare tambak di Pantai Utara Jawa Tengah.

"Dalam waktu dekat Menteri Kelautan dan Perikanan akan memberikan dukungan penuh untuk revitalisasi tambak di Pantura agar tambak-tambak yang belum produktif dapat kembali difungsikan," pungkasnya. (*)

Editor : Abdul Rochim
#tambak udang Jateng #udang vaname #teknologi closed system #revitalisasi tambak Pantura #Ahmad Luthfi