SEMARANG - Penyebab kebakaran yang melanda ratusan kios pedagang kaki lima (PKL) dan pertokoan di Blok F Pasar Kanjengan, Kauman, Semarang, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Polrestabes Semarang akan melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) bersama Unit Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) untuk mengungkap titik awal dan sumber api yang menyebabkan kebakaran tersebut.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Heri Wahyudi, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti kebakaran yang terjadi pada Rabu (29/4/2026) malam itu.
Baca Juga: Pasar Kanjengan Semarang Terbakar Hebat, Api Melalap Blok F dan Area PKL
“Terkait penyebab kebakaran, saat ini kami juga belum bisa memastikan titik awal maupun sumber api. Hal tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya saat meninjau lokasi kejadian.
Kapolrestabes datang ke lokasi didampingi sejumlah anggota, termasuk Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito. Polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang untuk penanganan di lapangan.
Menurut Heri, pihaknya menerima laporan dari Polsek terkait kebakaran yang terjadi di kawasan Pasar Johar, tepatnya di Blok F Pasar Kanjengan. Dari hasil sementara, diperkirakan sekitar 200 kios PKL ikut terbakar dalam insiden tersebut.
Selain kios PKL, api juga melalap sejumlah pertokoan yang berada di area tersebut, termasuk lapak di sisi selatan belakang Blok F.
Untuk memastikan penyebab kebakaran, Unit Inafis Polrestabes Semarang dijadwalkan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada pagi hari bersama Tim Labfor kepolisian.
Baca Juga: Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Hanguskan 226 Kios, Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar
Proses olah TKP belum bisa dilakukan pada malam kejadian karena kondisi lokasi masih panas dan masih terdapat api yang menyala.
“Iya, paling besok pagi baru dilakukan olah TKP. Nanti juga ada tim Labfor. Kalau malam ini, kondisinya masih panas, masih ada api kebakaran,” kata salah satu anggota Polrestabes Semarang di lokasi.
Meski api utama telah berhasil dipadamkan, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran masih terus melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Sirene mobil pemadam kebakaran juga masih terdengar di sekitar lokasi saat petugas berjaga dan melakukan penanganan lanjutan.
Kebakaran besar tersebut terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 22.30 WIB dan menyebabkan kerugian besar bagi para pedagang yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di pasar tersebut. (mha/him)