BREBES – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi angkat bicara terkait memanasnya situasi di Kabupaten Pati pasca aksi demonstrasi 13 Agustus 2025 yang berujung bentrokan dan puluhan korban luka.
Usai menghadiri acara Graduasi Sukses Beres di Brebes, Kamis (14/8/2025), Luthfi menyampaikan tiga langkah dan seruan penting untuk meredam ketegangan di daerah tersebut.
Pertama, Gubernur menegaskan telah menurunkan tim khusus untuk memantau langsung perkembangan situasi di Pati.
Baca Juga: UPDATE Korban Demo Pati: 64 Orang Luka, Polda Jateng Tepis Ada Korban Meninggal Dunia
Tim ini akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pihak terkait guna memastikan kondusivitas.
Kedua, ia meminta seluruh masyarakat dan semua pihak menghormati proses Hak Angket yang sedang berjalan di DPRD Pati terkait kebijakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Menurutnya, pengawalan proses ini harus dilakukan sesuai koridor undang-undang.
“Semua pihak harus mengawal proses yang ada di DPRD dengan tertib dan sesuai aturan. Kita ingin penyelesaian yang bermartabat,” tegasnya.
Ketiga, Luthfi mengingatkan seluruh kepala daerah di Jawa Tengah agar cermat dan teliti dalam menetapkan kebijakan pajak. Prinsip yang dipegang, kata dia, harus jelas.
Kebijakan tidak membebani masyarakat, tetapi tetap berdaya guna untuk pembangunan daerah.
Baca Juga: LBH Ansor Dirikan Posko Pengaduan untuk Korban Demo Ricuh di Pati, Ini Alamat dan Nomor WA-nya
“Kebijakan pajak jangan sampai membuat rakyat berat. Kepala daerah wajib mengutamakan kesejahteraan dan manfaat bagi warganya,” ujarnya.
Pernyataan ini datang di tengah tingginya tensi politik dan sosial di Pati, yang dipicu kenaikan PBB hingga 250 persen dan memuncak pada demonstrasi yang berakhir ricuh.
Hingga kini, data resmi Dinas Kesehatan Pati mencatat 64 orang luka-luka akibat bentrokan tersebut. )*/him)
Editor : Abdul Rochim