SEMARANG, RadarPati.ID – Sejumlah remaja diamankan dini hari tadi saat kedapatan pesta minuman keras di Kelurahan Tambakrejo, Semarang.
Tak hanya itu, mereka juga membawa bendera gengster dan sarung yang diduga akan digunakan untuk perang sarung!
Lurah Tambakrejo, Sukiswo, menyebutkan bahwa temuan ini langsung ditindaklanjuti oleh Polsek Gayamsari.
Baca Juga: Dulu Kuasai Pasar Dunia, Kini Bangkrut! Kisah Jatuhnya Sritex, Sang Raksasa Tekstil
"Karena dari kerumunan anak nongkrong tadi kita dapati bendera gengster, sehingga pagi ini ditindaklanjuti oleh kepolisian," ujarnya.
Penyisiran kembali dilakukan antara pukul 02.00 hingga 03.00 WIB.
Petugas mendapati lebih banyak remaja yang masih nongkrong di sekitar lokasi.
Meskipun tidak ditemukan senjata, mereka tetap diminta pulang agar tidak terpengaruh ke arah negatif.
Tambakrejo memang dikenal rawan tawuran, terutama antara Kampung Cilosari, Kelurahan Kemijen, dengan Kampung Tanggungrejo, Kelurahan Tambakrejo.
"Semalam, ada puluhan anak yang menantang ke Tambakrejo. Beruntung, kami bisa mengondisikan situasi agar tidak terjadi bentrok," tambah Sukiswo.
Untuk menjaga keamanan selama Ramadan, pihak kelurahan bersama aparat dan tokoh masyarakat telah mendirikan posko jaga yang beroperasi dari pukul 22.00 hingga 03.00 WIB.
Setiap malam, sekitar 30 orang dikerahkan untuk berpatroli dan melakukan penyisiran di titik-titik rawan.
Upaya ini dilakukan guna mencegah perang sarung dan tawuran yang semakin marak belakangan ini.
"Kami ingin memastikan bulan Ramadan tetap kondusif dan tidak ada aksi yang meresahkan warga," tegasnya.
Warga diimbau untuk mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aktivitas berbahaya ini.
Polisi dan aparat setempat akan terus melakukan pengamanan agar Tambakrejo tetap aman dari aksi gengster dan tawuran yang mengancam ketertiban. (fgr/bas/him)
Editor : Abdul Rochim