PATI, RADARPATI.ID - Selain Sesar Kendeng yang membentang dari selatan Semarang hingga Jawa Barat, wilayah pantai utara Pulau Jawa juga dilintasi oleh Sesar Naik Pati atau Pati Thrust.
Sama seperti Sesar Kendeng, Pati Thrust berpotensi memicu gempa besar dari Semarang hingga timur laut, mencakup Blora, Lasem, Rembang, Tuban, hingga wilayah Jawa Timur.
Dosen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, Salahudin Husein, menyatakan bahwa Sesar Naik Pati berpotensi memicu gempa dengan kekuatan Magnitudo 6,5.
Hal ini disebabkan oleh pergeseran sesar yang berlangsung dengan laju 0,1 mm per tahun.
Keaktifan Pati Thrust teridentifikasi melalui data geologi, catatan kegempaan, dan pengukuran Global Positioning System (GPS) via satelit.
Keberadaan sesar ini diidentifikasi dari pola kelurusan yang memanjang dari selatan Semarang ke timur laut, melintasi Lasem dan terus ke Laut Jawa.
Beberapa gempa besar di masa lalu, seperti gempa di Rembang dan Tuban dengan intensitas VII MMI pada tahun 1836, serta gempa di Lasem pada tahun 1847.
Ini diyakini diakibatkan oleh Pati Thrust.
Wilayah Pati juga pernah dilanda gempa dengan Magnitudo 6,8 pada tahun 1890 yang menyebabkan kerusakan parah dalam radius 500 km.
Selain itu, beberapa gempa lain juga tercatat di jalur ini, termasuk di Blora dan sekitarnya, meskipun dengan kekuatan yang lebih rendah.
Gempa-gempa di sepanjang jalur Sesar Naik Pati berbeda dengan gempa Megathrust, di mana gempa Pati Thrust diakibatkan oleh pergerakan di dalam lempeng yang terjadi setiap tahun.
Sementara gempa Megathrust dipicu oleh pergerakan lempeng di kerak bumi.
Walaupun kekuatan gempa Pati Thrust lebih kecil dibandingkan dengan gempa Megathrust, potensi kerusakan yang ditimbulkannya tetap signifikan. (*)
Editor : Abdul Rochim