REMBANG, RADARPATI.ID – Rembang akan kedatangan investor penampung produk tembakau. Kehadiran perusahaan tersebut diharapkan bisa menyerap produk petani lokal.
Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, Rembang memiliki 6.200 hektare lahan tembakau. Setiap hektarenya diperkirakan bisa memproduksi dua ton.
Rencananya, Rembang akan kehadiran investor baru yang diharapkan bisa menyerap hasil pertanian tembakau petani lokal.
Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui persis, perusahaan tersebut akan bergerak di bidang penampungan atau memproduksi hasil tembakau.
”Ada investor lagi untuk penampungan tembakau. Mungkin penampungan, apakah itu produksi atau penampungan tembakau. Kalau penampungan tembakau bisa menyejahterakan masyarakat tembakau kami,” katanya.
Saat ini, di Kota Santri baru ada satu perusahaan yang menampung hasil tembakau petani. Biasanya, para petani menjual hasil panen di perusahaan tersebut.
Dengan hadirnya perusahaan penampung hasil tembakau nanti, diharapkan bisa terjadi iklim perdagangan yang sehat.
Tidak hanya rencana kedatangan investor penampung tembakau. Selain itu, di Rembang juga sudah kedatangan pabrik rokok yang akan melaksanakan pembangunan di wilayah Landoh.
Pabrik rokok ternama itu, kata Hafidz, sudah memulai proses pembangunan. Nantinya, perusahaan tersebut juga bisa berpotensi menyerap sekitar tiga ribu tenaga kerja. Sehingga dengan ini, diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat.
”Sudah dibangun. Kira-kira nyerap tiga ribu karyawan. Ini bisa menjanjikan tembakau tidak usah khawatir, karena disini ternyata (pabrik rokok) juga mendirikan di sini,” imbuhnya. (vah/ali)
Editor : Achmad Ulil Albab