JAWA TENGAH, RADARPATI.ID – Blora merupakan daerah pemasok sapi tertinggi di Jawa Tengah, namun saat ini terjadi penurunan populasi sapi. Inilah penyebab turunnya populasi sapi di Blora berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Blora.
Badan Pusat Statistik (BPS) Blora mengeluarkan data populasi sapi di Blora 2023 hanya 173.225 ekor. Jumlah tersebut turun 112.275 ekor dari data populasi sapi BPS 2022 yang berjumlah 285.500 ekor.
Kondisi itu disebabkan karena wabah penyakit pada sapi yang merebak pada tahun 2022 lalu.
Kepala BPS Blora Nurul Choiriyati mengatakan, jumlah yang dikeluarkan tersebut diklaim masih tertinggi di Jawa Tengah.
Pihaknya telah melakukan survei pertanian tahun ini jumlah sapi di Kota Sate memang menurun dibanding 2022. Kondisi penurunan jumlah sapi itu disebabkan oleh beberapa faktor.
"Penyebab turunnya jumlah sapi itu salah satunya karena penyakit mulut dan kuku (PMK). Faktor yang lainnya itu sapi kita banyak juga yang dikirim ke luar daerah,” terangnya.
Nurul melanjutkan, walaupun terjadi penurunan populasi sapi di Blora. Posisi teratas dan terbanyak se-Jawa Tengah masih dipegang oleh Kabupaten Blora.
Selain itu, kualitas sapi di Kota Sate tersebut berkualitas bagus. Sehingga, banyak peminat dari luar daerah sangat banyak.
’’Sapi kita termasuk kualitasnya bagus. Kalau populasi sapi itu kan tidak bisa dihitung terus menerus. Sebab, sapi itu ada yang dijual atau mati,” katanya.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora Ngaliman mengatakan, walaupun terjadi penurunan populasi, namun jumlahnya masih tertinggi di Jawa Tengah dan nomor dua se-Indonesia.
Pihaknya masih terus mengupayakan agar populasi sapi terus meningkat dan berkualitas.
’’Termasuk kemarin dapat penghargaan kabupaten terinovatif dengan salah satunya inovasi di bidang pertanian,” katanya.
Dia menjelaskan, PMK merebak di Blora pada 2022 lalu. Ribuan sapi terjangkit, beberapa sapi meninggal dengan positif PMK dan ratusan sapi sembuh karena adanya vaksin PMK.
Program vaksinasi terus dilakukan hingga awal 2023 lalu untuk mengantisipasi banyaknya sapi yang mati. (ari/ali)
Editor : Achmad Ulil Albab