GROBOGAN – Video perundungan yang melibatkan anak di bawah umur di Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, viral di media sosial.
Di balik rekaman kekerasan tersebut, keluarga korban kini harus menghadapi kondisi anak yang mengalami sejumlah luka hingga sempat tidak masuk sekolah selama hampir empat hari.
Ibu korban, S, mengaku awalnya tidak mengetahui anaknya menjadi korban kekerasan.
Ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah pulang kerja dan mendapati kondisi anaknya lemas.
"Saya tahunya pas pulang kerja kok anak saya lemas. Terus saya tanya, 'Mpun maem le? Ndang maem. Dijawab emoh'," ujar S.
Saat itu, ibu korban tak menaruh curiga dan khawatir. Ia pun langsung mandi dan tidur.
Keesokan harinya, S baru mengetahui anaknya dipukuli sekitar pukul 10.30 dari sebaran video.
Mendengar kabar tersebut, ia mengaku kaget, lemas, dan syok.
"Saya kaget, lemes dan syok. Saya langsung datang ke rumah yang mukuli itu," katanya.
Menurut S, pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut kepada polisi pada Jumat (18/9).
Sejumlah saksi juga telah dibawa untuk memberikan keterangan terkait kejadian yang dialami korban.
Kondisi korban hingga kini masih menjadi perhatian keluarga. Anak tersebut mengalami benjolan di kepala, lebam pada wajah, hingga mimisan. Korban juga mengeluhkan sakit kepala.
"Katanya kepalanya juga sakit," ungkap S.
Akibat kejadian tersebut, korban sempat tidak masuk sekolah selama tiga sampai empat hari.
Meski kini anaknya sudah kembali bersekolah, namun kondisi fisiknya masih dalam pemantauan keluarga.
Korban juga telah dibawa ke RSUD Ki Ageng Selo Wirosari untuk mendapatkan pemeriksaan.
Namun, keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan rontgen untuk mengetahui kondisi korban secara lebih lanjut.
"Harapannya sekarang semoga pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Saya tidak terima anak saya dipukuli," tegasnya.
Sementara itu, video perundungan yang beredar berdurasi sekitar 51 detik. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang anak melakukan kekerasan fisik terhadap rekannya hingga korban terjatuh dan tidak berdaya.
Sejumlah anak lain yang berada di lokasi kemudian terlihat datang dan melerai.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di kawasan saluran irigasi yang sedang mengering di Dusun Beni, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari.
Aksi kekerasan itu terekam kamera dan videonya kemudian beredar luas di media sosial hingga menuai kecaman warganet. (int)
Editor : Intan Maylani Sabrina