21 Sekolah Grobogan Belum Terima BOSP, Disdik Ungkap Penyebabnya

GROBOGAN– Penyaluran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tahap 2 di Kabupaten Grobogan belum berlangsung serentak.
Sebanyak 21 satuan pendidikan jenjang SD dan SMP masih tercatat belum mendapatkan penyaluran, meski saat ini seluruh sekolah disebut telah memenuhi persyaratan.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan Suprojo mengatakan, penyaluran BOSP tahap 2 terbagi menjadi empat gelombang.
Pada gelombang pertama, sebanyak 790 SD dan 122 SMP telah mendapatkan salur.
Total dana yang disalurkan pada gelombang tersebut mencapai Rp 48.838.348.914 untuk jenjang SD dan Rp 20.515.031.379 untuk SMP.
Selanjutnya, pada gelombang kedua terdapat tiga SD dan tiga SMP yang telah mendapatkan penyaluran. Masing-masing total penyaluran mencapai Rp220.850.753 untuk SD dan Rp177.545.000 untuk SMP.
"Gelombang pertama terdapat 790 SD dan 122 SMP yang telah mendapatkan salur. Sedangkan gelombang kedua terdapat tiga SD dan tiga SMP," kata Suprojo.
Jika digabungkan, total BOSP tahap 2 yang telah disalurkan melalui dua gelombang tersebut mencapai sekitar Rp 69,75 miliar.
Sementara itu, pada gelombang ketiga masih terdapat 10 SD dan sembilan SMP yang belum salur. Kemudian pada gelombang keempat terdapat dua SMP yang juga belum mendapatkan penyaluran.
Suprojo menjelaskan, perbedaan jadwal penyaluran tersebut berkaitan dengan proses penarikan data oleh Kementerian Pendidikan yang menjadi dasar penyaluran BOSP.



