
GROBOGAN – Video dugaan perundungan yang melibatkan sejumlah anak di Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, viral di media sosial.
Peristiwa tersebut kini dalam penanganan kepolisian.
Video berdurasi sekitar 51 detik itu memperlihatkan seorang anak melakukan kekerasan terhadap rekannya di kawasan saluran irigasi yang sedang mengering di Dusun Beni, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari.
Dalam rekaman, korban terlihat terjatuh setelah mengalami kekerasan. Sejumlah anak yang berada di lokasi kemudian datang dan melerai kejadian tersebut.
Baca Juga: Dikebut! Jembatan Lusi Putat di Jalingkut Grobogan Ditarget Bisa Dibuka Awal Oktober
Video itu diketahui beredar luas setelah diunggah akun Instagram @seputargrobogan.id pada Jumat (18/9) malam.
Hingga Sabtu (19/9) siang, unggahan tersebut telah mendapatkan ribuan tanda suka dan komentar.
Peredaran video tersebut memicu perhatian warganet. Sejumlah pengguna media sosial meminta polisi mengusut kejadian tersebut, mengingat pihak-pihak yang terlibat masih berusia anak-anak.
Kapolsek Wirosari AKP Eko Sri Luvianto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi juga telah menerima laporan terkait dugaan perundungan yang terekam dalam video.
“Sudah ada yang melapor dan saat ini sedang dalam pemeriksaan,” ujar Eko saat dikonfirmasi.
Polsek Wirosari kini melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian.
Polisi juga mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui maupun berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Penanganan perkara akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan khusus karena kasus melibatkan anak di bawah umur.
Perlindungan identitas anak yang terlibat juga menjadi bagian penting dalam proses penanganannya.
Eko mengatakan perkara tersebut selanjutnya akan dilimpahkan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Grobogan.
“Nanti penanganan akan dilimpahkan ke unit PPA,” imbuhnya.
Melalui unit tersebut, penyelidikan akan dilanjutkan untuk mendalami pihak-pihak yang terlibat, kronologi, serta latar belakang terjadinya dugaan perundungan.
Polisi juga perlu memastikan kondisi korban serta menggali informasi dari anak-anak yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena dugaan kekerasan antaranak tidak hanya terjadi di ruang terbuka, tetapi juga direkam dan kemudian menyebar luas melalui media sosial.(*)