Dikebut! Jembatan Lusi Putat di Jalingkut Grobogan Ditarget Bisa Dibuka Awal Oktober

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 08:31 WIB
JEMBATAN: Pekerja saat istirahat sejenak dalam mengerjakan jembatan Lusi Putat di Jalingkut Grobogan.
JEMBATAN: Pekerja saat istirahat sejenak dalam mengerjakan jembatan Lusi Putat di Jalingkut Grobogan.

GROBOGAN – Pekerjaan penggantian lantai Jembatan Lusi Putat di jalur Lingkar Utara (Jalingkut) Grobogan terus dikebut.

Meski jadwal penutupan hingga 28 November 2026, jembatan tersebut ditargetkan bisa kembali dibuka pada awal Oktober mendatang.

Percepatan dilakukan setelah progres pekerjaan penggantian lantai jembatan tercatat jauh melampaui target.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kabupaten Grobogan BPJ Wilayah Purwodadi, Wimas Radit Sumbodo, mengatakan pihaknya terus mendorong pelaksana untuk mempercepat pekerjaan.

“Targetnya awal bulan Oktober. Kalau percepatan ini juga sudah dikebut, cuma masih menunggu ada lapisan bondex yang sedang dipesan,” ujar Radit.

Berdasarkan progres minggu kelima, periode 7–13 September 2026, pekerjaan telah mencapai 3,90 persen.

Capaian tersebut lebih tinggi dibanding target pada periode yang sama, yakni 1,50 persen.

Artinya, pekerjaan mencatat deviasi positif 2,40 persen.

Kondisi tersebut menjadi modal untuk mengejar target pembukaan jembatan lebih awal dari jadwal penutupan yang ditetapkan sebelumnya.

Saat ini, salah satu material yang masih ditunggu adalah lapisan bondex.

Material tersebut akan digunakan dalam pekerjaan lantai jembatan. Sembari menunggu material datang, percepatan pekerjaan terus dilakukan di lapangan.

Rehabilitasi Jembatan Lusi Putat sendiri memiliki nilai kontrak sebesar Rp 2.941.717.369.

Kontrak dimulai pada 10 Agustus 2026 dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender. Pekerjaan dilaksanakan CV Tirta Mulya.

Penanganan utamanya berupa penggantian lantai jembatan dengan target panjang sekurang-kurangnya 112,10 meter.

Selama pekerjaan berlangsung, pengguna jalan tetap harus mengikuti rute pengalihan yang telah disiapkan.

Jalur berbeda diberlakukan untuk kendaraan kecil atau sedan dan kendaraan besar.

Untuk kendaraan kecil dan sedan dari arah Semarang menuju Solo, pengendara dapat melalui Putat-Nglejok, kemudian mengambil kanan menuju Jalan Gajah Mada. Selanjutnya melewati Simpang Lima dan mengambil arah Solo.

Kendaraan kecil dari Blora menuju Solo atau Semarang dapat melalui Bundaran Getas menuju Alun-Alun Purwodadi.

Selanjutnya melewati Jalan Hayam Wuruk menuju RSUD dr. Soedjati Purwodadi, kemudian menuju Simpang Lima.

Sementara kendaraan kecil dari Semarang menuju Blora dapat melalui Nglejok lurus menuju Pasar Purwodadi.

Di pertigaan Pasar Purwodadi, kendaraan mengambil arah kiri dan melanjutkan perjalanan menuju Blora.

Alternatif lainnya melalui Jalan Getas-Pendowo–PDI Lama–Brigjen Katamso–Getasrejo–Blora.

Adapun untuk kendaraan besar dari Blora menuju Solo, jalur pengalihan diarahkan melalui Kuwu–Galeh–Ngrampal, kemudian menuju Sragen dan Solo.

Kendaraan besar dari Blora menuju Semarang dapat melalui Bundaran Getasrejo menuju Sukolilo/Klambu, kemudian mengambil arah Pantura.

Kendaraan juga dapat langsung menggunakan jalur Pantura.

Sedangkan kendaraan besar dari Semarang menuju Blora diarahkan melalui jalur Pantura.(int)

Editor : Intan Maylani Sabrina
jalingkut jembatan grobogan Dikebut