GROBOGAN – Upaya mencegah kanker serviks terus digencarkan. Sebanyak 1.015 perempuan di Kabupaten Grobogan mengikuti vaksinasi Human Papillomavirus (HPV), dengan seluruh peserta dilaporkan dalam kondisi aman dan zero Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Vaksinasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Dinas Kesehatan. Bertempat di Aula Dinkes Grobogan pada Senin (31/9).
Program ini menyasar ASN dan masyarakat umum sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan terhadap kanker serviks.
Kepala Loka POM Kabupaten Grobogan Ronald Hatoguan Manik mengatakan vaksinasi HPV diberikan sebanyak tiga dosis dengan jadwal pada bulan ke-0, ke-2, dan ke-6.
Untuk pelaksanaan pertama pada Juni 2026, tercatat sekitar 378 peserta mengikuti vaksinasi. Sementara pada pelaksanaan kali ini, jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai sekitar 1.015 orang.
Vaksinasi HPV tidak berhenti pada satu kali penyuntikan. Peserta harus menyelesaikan rangkaian tiga dosis agar mendapatkan perlindungan sesuai skema vaksinasi yang ditetapkan.
Untuk peserta batch pertama yang mendapatkan dosis pertama pada Juni, dosis ketiga dijadwalkan pada Desember 2026.
Sementara peserta batch kedua akan mendapatkan dosis kedua pada Oktober 2026, kemudian dosis ketiga pada Februari 2027.
Tingginya antusiasme masyarakat membuat pelaksanaan vaksinasi di Grobogan dibagi dalam dua batch. Pendaftaran pun tetap dibuka untuk masyarakat yang ingin mendapatkan vaksinasi pada pelaksanaan berikutnya.
Menurut Ronald, program tersebut tidak hanya menyasar ASN, tetapi juga masyarakat umum berusia 16 tahun ke atas.
Sementara anak usia 14 tahun ke bawah telah masuk dalam program vaksinasi pemerintah melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
"Ini untuk dewasa, di luar program BIAS, baik ASN maupun masyarakat umum," ujarnya.
Vaksinasi HPV juga menjadi perhatian karena kanker serviks merupakan salah satu ancaman serius bagi perempuan.
Pencegahan melalui vaksinasi dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak menunggu sampai penyakit muncul.
Ronald menambahkan, keberlanjutan program vaksinasi ini penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui manfaat vaksin HPV, tetapi juga menyelesaikan seluruh rangkaian dosis.
Di sisi lain, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Loka POM Kabupaten Grobogan untuk memperkuat kehadirannya di tengah masyarakat.
Loka POM Kabupaten Grobogan saat ini masih tergolong baru dan baru berjalan sekitar empat bulan. Wilayah kerjanya meliputi Kabupaten Grobogan, Blora, dan Rembang.
"Harapannya generasi wanita aman, sehat, terhindar dari kanker serviks. Kemudian kami juga ingin eksistensi dan keberadaan BPOM di Grobogan, Blora, dan Rembang dirasakan nyata oleh masyarakat," kata Ronald.
Sedangkan Perwakilan DPKN, Mulyana mengatakan gerakan vaksinasi tersebut merupakan bagian dari program DPKN yang mendorong pelaksanaan vaksinasi HPV secara luas bagi ASN dan masyarakat.
"Tujuannya menciptakan ASN yang produktif, yang terhindar dari kanker serviks, dan masyarakat umum yang sehat serta aware terhadap manfaat vaksinasi kanker serviks," katanya.
Antusiasme warga Grobogan juga tak lepas dari biaya vaksinasi yang jauh lebih terjangkau.
Dalam layanan mandiri, harga vaksin HPV strain 4 ini disebut dapat mencapai sekitar Rp 1,5 juta untuk sekali suntik.
Sementara melalui program tersebut, peserta mendapat subsidi dan cukup membayar sekitar Rp 290 ribu.
"Makanya kami juga agak kaget, Grobogan ini antusiasmenya tinggi banget. Kami sampai membuka dua batch," ujar Ronald.
Dari sisi keamanan, seluruh peserta dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut dilaporkan tidak mengalami KIPI.
Mulyana menegaskan peserta yang sedang sakit tidak diperbolehkan mengikuti vaksinasi dan harus menunggu hingga kondisi kesehatannya kembali prima.
"Untuk yang sakit tidak boleh. Harus dalam kondisi sehat dan prima," tegasnya. (int)
Editor : Admin