GROBOGAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan mulai menyiapkan strategi menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2027.
Salah satunya dengan melibatkan guru-guru untuk membangun bank soal yang nantinya digunakan siswa sebagai bahan latihan melalui aplikasi Pintar TKA.
Kabid Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan Sudrajat Dangu Asmoro mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Disdik Grobogan meningkatkan capaian TKA.
Sebelumnya, capaian TKA Grobogan masih berada di posisi terbawah di Jawa Tengah.
Untuk pelaksanaan TKA 2027, Disdik menargetkan Grobogan mampu memperbaiki posisi hingga minimal masuk 15 besar.
"Bank soal tersebut diperuntukkan bagi siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP," ungkap Sudrajat.
Melalui aplikasi Pintar TKA, siswa dapat mengakses berbagai latihan soal menggunakan gawai sehingga dapat belajar kapan saja dan di mana saja.
Soal-soal dalam aplikasi tidak dibuat oleh satu pihak.
Disdik melibatkan guru fasilitator dari jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Grobogan untuk menyusun paket pertama.
Sementara itu, paket kedua disusun oleh guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia, MGMP Matematika, serta Kelompok Kerja Guru (KKG) Guru Kelas VI.
“KKG Guru Kelas VI ini baru dibentuk tahun ini karena untuk mempersiapkan TKA 2027 nanti. Mereka membuat komunitas sendiri, bertemu dan belajar bersama setiap hari Sabtu,” ujar Sudrajat.
KKG Guru Kelas VI tersebut mendapatkan pendampingan melalui Gerak TKA dari Disdik Grobogan.
Pendampingan melibatkan guru SD, SMP, MGMP, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), hingga pengawas yang memiliki tugas dan fungsi masing-masing.
Menurutnya, pembentukan KKG tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan soal.
Para guru juga didorong meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi sekaligus memahami karakteristik soal TKA.
“Harapannya literasi numerasinya guru naik, serta guru bisa membuat soal sekelas TKA,” imbuhnya.
Soal yang dibuat guru nantinya tidak langsung dimasukkan ke aplikasi. Setiap soal akan melalui proses penyuntingan, pemantauan, dan persetujuan terlebih dahulu.
Setelah dinyatakan layak, soal baru dimasukkan ke Pintar TKA.
Bank soal tersebut juga akan terus diperbanyak. Setelah paket pertama dan kedua, akan disiapkan paket ketiga, keempat, dan seterusnya sehingga siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk berlatih.
“Guru juga bisa mendeteksi siswa sudah mengerjakan berapa, nilai berapa,” jelasnya.
Pintar TKA juga memungkinkan guru memantau perkembangan siswa berdasarkan hasil pengerjaan latihan.
Data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui kemampuan siswa dan menentukan pendampingan yang diperlukan.
Hasil pengerjaan siswa juga dapat dikomunikasikan kepada orang tua murid.
Dengan begitu, orang tua dapat mengetahui sejauh mana perkembangan anak dalam mempersiapkan TKA.
“Sehingga kolaborasi antara guru dan orang tua memantau progres pembelajaran anak-anaknya,” katanya.
Akses aplikasi Pintar TKA tidak dibuka untuk sembarang pengguna.
Siswa harus login menggunakan akun masing-masing dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
“Inovasi ini hasil karya para guru di Kabupaten Grobogan,” imbuhnya.
Melalui pembangunan bank soal tersebut, Disdik Grobogan berharap persiapan TKA 2027 tidak hanya bertumpu pada siswa. (int)
Guru juga ditingkatkan kapasitasnya agar mampu menyusun soal yang berkualitas, sementara orang tua dilibatkan dalam memantau perkembangan belajar anak. (int)
Editor : Admin