Harga Daging Sapi Tembus Rp 145 Ribu, Pedagang Bakso Grobogan Menjerit


GROBOGAN – Gelombang kenaikan harga bahan pangan kembali memukul para pelaku usaha kuliner di Kabupaten Grobogan.
Tak tanggung-tanggung, harga daging sapi meroket tajam hingga menembus angka Rp 145 ribu per kilogram dari yang semula bertahan di kisaran Rp 125 ribu.
Kenaikan yang terjadi hingga empat kali dalam kurun waktu sebulan ini mendongkrak biaya produksi secara mendadak.
Baca Juga: Dinas Pendidikan Grobogan Punya 3 Inovasi Digital Baru, Ini Fungsinya
Situasi makin pelik lantaran lonjakan harga daging sapi juga mengekor pada komoditas lain seperti daging ayam, cabai, hingga sawi.
Ketua Asosiasi Mie dan Bakso (Apmiso) Kabupaten Grobogan, Adi Sucipto—atau yang akrab disapa Yanto—mengungkapkan bahwa rata-rata kenaikan harga bahan baku mencapai 5 hingga 10 persen.
Kenaikan pasokan ini dinilai berbarengan dengan bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Sebelum ada MBG harga daging sapi Rp 125 ribu per kilo, namun setelah ada MBG naik jadi Rp 145 ribu," ujar Yanto.
Menurutnya, melonjaknya permintaan bahan pangan untuk pemenuhan program tersebut berimbas langsung pada ketersediaan dan harga pasar harian.
"Jelas biaya operasional kita bertambah, pendapatan ajeg (tetap). Ini yang membuat bingung. Kalau disuruh memilih, saya pilih tidak ada MBG karena semua kebutuhan bahan pokok ikut naik," cetusnya.
Di sisi lain, menaikkan harga jual porsi bakso maupun mie ayam bukanlah opsi realistis saat ini.



