Gebyar Fest 81 Digelar 5 Hari, Bank Jateng Dorong UMKM Grobogan Naik Kelas

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:41 WIB
DIBUKA: Bupati Grobogan Setyo Hadi saat membuka Gebyar Fest 81 di Bank Jateng Cabang Purwodadi.
DIBUKA: Bupati Grobogan Setyo Hadi saat membuka Gebyar Fest 81 di Bank Jateng Cabang Purwodadi.

GROBOGAN – Pelaku UMKM di Kabupaten Grobogan terus didorong agar mampu berkembang dan naik kelas.

Salah satu upaya yang dilakukan melalui penyelenggaraan Gebyar Fest 81 UMKM yang digelar Bank Jateng Cabang Purwodadi.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 12-16 Agustus 2026 tersebut, tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan transaksi, memperluas jaringan usaha, serta membuka peluang ekonomi baru bagi para pelaku UMKM.

Bupati Grobogan Setyo Hadi menegaskan, sebuah kegiatan tidak cukup hanya diukur dari banyaknya pengunjung yang datang.

Menurutnya, kegiatan semacam itu harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha.

"Dari namanya saja sudah jelas, yaitu Gebyar Fest. Jadi saya berharap acaranya memang betul-betul gebyar.

Bukan hanya ramai acaranya, tetapi juga ramai transaksinya, ramai UMKM-nya, dan yang paling penting adalah ramai manfaatnya," ujarnya.

Ia menilai, UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebab, sektor tersebut terbukti mampu menyerap tenaga kerja sekaligus menjadi penopang perekonomian masyarakat.

Karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk perbankan, dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan UMKM.

Setyo Hadi mengapresiasi Bank Jateng Cabang Purwodadi yang selama ini terus menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, peran perbankan saat ini tidak lagi sebatas sebagai tempat menyimpan uang maupun penyedia pinjaman.

Perbankan juga dituntut untuk mampu menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Ia berharap, akses pembiayaan bagi pelaku UMKM semakin mudah sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuat daya saing produk lokal.

Sementara itu, Pimpinan Bank Jateng Cabang Purwodadi, Cahya Imanuddin Firmansyah, mengatakan Gebyar Fest 81 merupakan bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen Bank Jateng dalam memperkuat perannya sebagai mitra pembangunan daerah, terutama melalui pemberdayaan UMKM.

Di Bank Jateng Cabang Purwodadi, terdapat 17 stan yang diisi berbagai pelaku usaha.

Terdiri atas lima stan kuliner, tiga stan fesyen, tiga stan kerajinan, empat stan kendaraan bermotor, dan satu stan pengembang perumahan.

Tak hanya menghadirkan bazar UMKM, Bank Jateng juga memperkenalkan berbagai produk pembiayaan unggulan.

Salah satunya Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon hingga Rp 500 juta dan suku bunga 6 persen.

Program tersebut ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memenuhi kebutuhan modal kerja maupun investasi.

Bank Jateng juga menawarkan Kredit Program Perumahan (KPP) yang terbagi menjadi dua skema.

Pertama, KPP Demand yang ditujukan bagi pelaku UMKM untuk kepemilikan rumah yang dapat difungsikan sebagai tempat tinggal sekaligus penunjang usaha dengan plafon maksimal Rp 500 juta dan bunga 6 persen.

Kedua, KPP Supply yang diperuntukkan bagi pengembang, jasa konstruksi, maupun toko material untuk mendukung pembangunan perumahan dengan plafon maksimal Rp 5 miliar dan bunga 6,5 persen.

Selain itu, tersedia Kredit Industri Padat Karya (KIPK) bagi pelaku usaha di bidang produksi, seperti industri makanan, minuman, dan garmen.

Program tersebut menawarkan plafon pembiayaan mulai Rp 500 juta hingga Rp 5 miliar dengan bunga 6,5 persen dan jangka waktu maksimal delapan tahun.

Bagi sektor pertanian, Bank Jateng juga menghadirkan Kredit Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dengan plafon Rp 500 juta hingga Rp2 miliar. Program tersebut menawarkan bunga 3 persen dengan jangka waktu maksimal lima tahun.

Khusus bagi aparatur sipil negara (ASN), Bank Jateng meluncurkan program Motoran Proklamasi yang ditujukan bagi nasabah payroll Bank Jateng, baik PNS maupun PPPK.

Program tersebut menawarkan bunga 8,1 persen per tahun, bebas uang muka, serta bebas biaya provisi, administrasi, dan asuransi TLO.

Selain program pembiayaan, Bank Jateng juga menghadirkan berbagai promo produk simpanan. Melalui program Deposito Max, masyarakat dapat menikmati skema bunga bertingkat dengan setoran minimal Rp 100 juta.

Kemudian, melalui program Giro First, nasabah dapat membuka rekening giro dengan saldo mengendap minimal Rp 50 juta dan kelipatannya sesuai skema yang telah ditetapkan.

Tak hanya itu, tersedia pula program Tabungan One Plus dan Tabungan Bima Rencana dengan setoran awal Rp 10 juta. 

Nasabah cukup menyetorkan iuran rutin minimal Rp 100 ribu setiap bulan dengan masa kepesertaan paling singkat satu tahun.

Program lain yang turut diperkenalkan adalah DPLK Gebyar 81. Melalui program tersebut, nasabah dapat mengikuti program dana pensiun dengan autodebet minimal Rp81 ribu.

Menariknya, nasabah yang berhasil mengajak lima orang untuk bergabung akan mendapatkan cashback berupa voucher belanja senilai Rp 50 ribu.

Bank Jateng juga menghadirkan KKB Proklamasi untuk pembelian mobil baru, baik kendaraan listrik maupun nonlistrik.

Sementara itu, KPR Proklamasi memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah baru, rumah bekas, maupun melakukan pengalihan kredit dari bank lain.

Seluruh program promo tersebut berlaku hingga 31 Agustus 2026. (int)

Editor : Admin
gebyar fest banka jateng grobogan umkm