Investasi Grobogan Tembus Rp 633,8 Miliar, Serap 12 Ribu Tenaga Kerja

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 14:07 WIB
(Sekretaris DPMPTSP Grobogan Abdul Munib Susanto)
(Sekretaris DPMPTSP Grobogan Abdul Munib Susanto)

GROBOGAN – Geliat investasi di Kabupaten Grobogan kembali menunjukkan peningkatan. Pada Triwulan II 2026, realisasi investasi yang tercatat mencapai Rp 633,88 miliar.

Capaian tersebut bahkan membuat Penanaman Modal Asing (PMA) lebih tinggi dibandingkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Kepala DPMPTSP Kabupaten Grobogan Abdul Munib Susanto mengatakan, berdasarkan data LKPM, realisasi PMA pada Triwulan II mencapai Rp 339,55 miliar. Sementara PMDN tercatat Rp 294,33 miliar.

Dari total PMDN tersebut, investasi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 230,22 miliar. Sedangkan PMDN non-UMK mencapai Rp 64,11 miliar.

Masuknya investasi tersebut juga berdampak langsung terhadap aktivitas usaha dan penyerapan tenaga kerja.

Pada Triwulan II, tercatat ada 5.053 proyek baru dengan tambahan 12.034 tenaga kerja.

"Angka tersebut menunjukkan investasi yang masuk ke Grobogan tidak hanya berhenti pada nilai modal yang ditanamkan, tetapi juga ikut membuka lapangan pekerjaan," imbuhnya.

Dari sisi sektor usaha, investasi PMA paling besar mengalir ke industri ransum makanan hewan.
Nilainya mencapai sekitar Rp 219,4 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan sektor PMA lainnya.

Selain itu, investasi PMA juga masuk ke sejumlah sektor industri, seperti industri barang dari kulit dan kulit komposisi untuk keperluan pribadi, industri barang jadi tekstil, industri barang plastik, pembibitan ayam ras, industri pencetakan kain, industri pakaian jadi hingga industri konsentrat makanan hewan.

Sementara pada PMDN, investasi terbesar berasal dari aktivitas rumah sakit swasta dengan nilai sekitar Rp 22,9 miliar.

Berikutnya terdapat industri semen dengan nilai sekitar Rp 20,7 miliar.

Investasi PMDN juga tersebar pada sektor telekomunikasi, bank perkreditan rakyat, real estat, penggilingan padi, pembibitan ayam ras hingga angkutan barang.

"Jika ditambahkan dengan capaian pada Triwulan I, realisasi investasi Grobogan sepanjang semester pertama 2026 telah mencapai Rp 1,149 triliun," jelasnya.

Pada Triwulan I, investasi tercatat sekitar Rp 515,49 miliar. Kemudian meningkat menjadi Rp 633,88 miliar pada Triwulan II.

Dengan target investasi Grobogan tahun 2026 sebesar Rp 2,4 triliun, capaian semester I tersebut sudah mencapai sekitar 47,9 persen dari target tahunan.

Abdul Munib mengatakan, capaian investasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah.

"Karena itu, DPMPTSP tidak hanya mengejar peningkatan nilai investasi, tetapi juga memastikan pelayanan perizinan dan pendampingan kepada pelaku usaha terus diperkuat," imbuhnya.

Terlebih, masih ada sejumlah persoalan dalam pelayanan perizinan, mulai penyesuaian sistem OSS dengan regulasi terbaru dan implementasi KBLI 2025 hingga kepatuhan sebagian pelaku usaha dalam menyampaikan LKPM secara berkala.

DPMPTSP juga terus mendorong pelaku usaha agar tertib melaporkan perkembangan investasinya melalui OSS.

"Hal itu penting agar data investasi yang tercatat semakin akurat sekaligus membantu pemerintah mengetahui perkembangan dan kendala usaha di lapangan," pungkasnya.

Editor : Admin
PMA triwulan II investasi grobogan capaian