GROBOGAN – Kebakaran hebat menghanguskan rumah sekaligus toko milik Intan Prihatin (35), warga Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Rabu (5/8).
Peristiwa itu diduga dipicu korsleting listrik pada mesin pom mini saat proses pengisian bahan bakar berlangsung.
Polsek Klambu bersama Tim Inafis Polres Grobogan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Baca Juga: Nasib PPPK Paruh Waktu di Grobogan Terjawab, Ini Kata BKPSDM
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik pada stop kontak dan mesin pompa yang berada di bawah pom mini.
Peristiwa bermula saat Bejo (39), karyawan toko yang juga warga Desa Taruman, memindahkan bahan bakar jenis Pertalite dari galon ke botol kemasan di area belakang pom mini.
Ketika proses pengisian berlangsung, muncul percikan api yang diduga berasal dari stop kontak di bawah mesin pom mini.
Percikan tersebut langsung menyambar bahan-bahan yang mudah terbakar di sekitar lokasi.
Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merembet ke seluruh bagian toko hingga rumah yang menyatu dengan bangunan usaha.
Korban bersama karyawan berusaha menyelamatkan diri sembari meminta pertolongan warga.
Laporan kemudian diteruskan ke Polsek Klambu yang segera berkoordinasi dengan Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Grobogan.
Petugas kepolisian, Damkar, dan Tim Inafis Polres Grobogan yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman, mengamankan area, sekaligus melaksanakan olah TKP.
Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama melalui Kapolsek Klambu AKP R. Enggal Agung mengatakan, hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan korsleting listrik yang berasal dari stop kontak dan mesin pompa di bawah pom mini.
"Dari hasil olah TKP, dugaan penyebab kebakaran adalah hubungan pendek arus listrik pada stop kontak dan mesin pompa di bawah pom mini ketika proses pengisian bahan bakar berlangsung," ujarnya.
Dalam olah TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa sisa meteran listrik, kabel dan stop kontak yang terbakar, sisa mesin pompa Rotax, dua unit mesin pom mini, tiga unit freezer, dua sepeda motor, dua sepeda listrik, serta bangunan rumah dan toko yang mengalami kerusakan berat.
Akibat kebakaran tersebut, berbagai aset milik korban tidak dapat diselamatkan, mulai dari stok sembako, uang tunai sekitar Rp25 juta, surat-surat penting, perhiasan emas, kendaraan, hingga peralatan usaha.
Total kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 350 juta.
Kapolsek Klambu mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik dan penyimpanan bahan bakar.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar secara berkala memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha, menggunakan peralatan listrik yang sesuai standar.
"Serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api di dekat bahan bakar atau benda yang mudah terbakar. Langkah pencegahan seperti ini sangat penting untuk menghindari terjadinya kebakaran," pungkasnya.(mun)