Desa di Grobogan Ini Dibidik Jadi Kampung Iklim, Kebun Kelengkeng Jadi Senjata Lawan Pemanasan Global

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 20:26 WIB
ProKlim: Kebun kelengkeng yang ada di Desa Sumberagung Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan.
ProKlim: Kebun kelengkeng yang ada di Desa Sumberagung Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan.

GROBOGAN – Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi Kampung Iklim (ProKlim). 

Tak hanya dikenal sebagai sentra buah kelengkeng, desa ini juga memiliki modal lingkungan dan sosial yang kuat untuk mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim.

Potensi tersebut mengemuka dalam sosialisasi bertema "Menuju Desa Tangguh Iklim melalui Program Kampung Iklim (ProKlim)" yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan melalui UPTD Persampahan Kelas A Wilayah Timur di Desa Sumberagung.

Kasubag Tata Usaha UPTD DLH Wilayah Timur, Azis Murtawan, menyampaikan Desa Sumberagung memiliki berbagai potensi yang sangat mendukung pelaksanaan Program Kampung Iklim.

Mulai dari kawasan pertanian, perkebunan, ruang terbuka hijau hingga tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

"Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Azis.

Salah satu potensi unggulan desa tersebut adalah kawasan perkebunan kelengkeng yang selama ini menjadi salah satu sentra buah kelengkeng di Kabupaten Grobogan. 

Selain bernilai ekonomi tinggi, ribuan pohon kelengkeng berperan sebagai penyerap karbon dioksida (CO₂), penghasil oksigen, menjaga kualitas udara, hingga membantu menurunkan suhu lingkungan.

Tak hanya itu, Desa Sumberagung juga memiliki lahan pertanian, peternakan, kawasan wisata alam seperti Sendang Wangi dan Jowo Dhuwur View, serta budaya gotong royong masyarakat yang dinilai menjadi modal penting dalam mewujudkan desa tangguh iklim.

Dalam pemaparannya, Azis memperkenalkan Program Kampung Iklim (ProKlim), program nasional Kementerian Lingkungan Hidup yang bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim melalui berbagai aksi adaptasi dan mitigasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Sejumlah langkah mitigasi yang dapat diterapkan masyarakat antara lain penanaman pohon, pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pembuatan kompos, penghematan energi dan air, pemanfaatan limbah organik, hingga pengembangan ruang terbuka hijau berbasis masyarakat.

Sementara itu, upaya adaptasi dapat dilakukan melalui konservasi sumber air, pembangunan sumur resapan, pemanenan air hujan, penghijauan pekarangan, hingga penerapan sistem pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan cuaca.

"Melalui sosialisasi ini, DLH Grobogan berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pelestarian lingkungan sekaligus mampu menjadikan Desa Sumberagung sebagai salah satu Kampung Iklim yang berhasil mengintegrasikan pengurangan emisi gas rumah kaca, pelestarian alam, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," harapnya. (int)

Editor : Admin
proklim DLH grobogan ngaringan