RSUD Ki Ageng Selo Wirosari Andalkan Tiga Inovasi, Perluas Layanan untuk Dekatkan Akses Kesehatan

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 19:28 WIB
FGD: RSUD Ki Ageng Selo Wirosari saat melakukan forum diskusi di aula.
FGD: RSUD Ki Ageng Selo Wirosari saat melakukan forum diskusi di aula.

GROBOGAN – RSUD Ki Ageng Selo Wirosari di Kabupaten Grobogan terus berbenah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik dan Jenis Pelayanan yang digelar di Aula RSUD Ki Ageng Selo Wirosari, Selasa (28/7). 

Dalam forum tersebut, Direktur RSUD Ki Ageng Selo Wirosari dr. Wahyu Tri Haryadi memaparkan perkembangan rumah sakit, mulai dari penguatan layanan, inovasi pelayanan publik, hingga peningkatan kompetensi tenaga medis.

dr. Wahyu menjelaskan, RSUD Ki Ageng Selo mulai dibangun pada 2018 dan resmi beroperasi pada 2020. 

Pada masa awal pandemi Covid-19, rumah sakit tersebut sempat difungsikan sebagai rumah sakit darurat sebelum berkembang menjadi salah satu rumah sakit rujukan di wilayah timur Kabupaten Grobogan.

Seiring perkembangannya, RSUD Ki Ageng Selo kini memiliki layanan kesehatan yang semakin lengkap.

Untuk pelayanan rawat jalan spesialis tersedia Poli Kebidanan dan Kandungan, Poli Anak, Poli Kedokteran Jiwa, Poli Penyakit Dalam, Poli Bedah, Poli Jantung, Poli Saraf, Poli Mata, Patologi Klinik, Radiologi, hingga layanan anestesi.

Sementara layanan penunjang lainnya meliputi Poli Umum, Poli Gigi, Elektrokardiografi (ECG), laboratorium, farmasi, fisioterapi, konsultasi gizi, radiologi, serta yang terbaru layanan hemodialisa. 

Kelengkapan layanan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa harus dirujuk ke luar daerah untuk kasus-kasus tertentu.

Selain memperkuat layanan medis, RSUD Ki Ageng Selo juga menghadirkan tiga inovasi pelayanan yang menjadi unggulan.

Inovasi pertama adalah Larasari (Layanan Spesialis Sore Hari). Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat yang tidak sempat berobat pada jam kerja untuk tetap mendapatkan pelayanan dokter spesialis pada sore hingga malam hari.

Inovasi kedua, Anoman Selo (Antar Obat Aman Tanpa Antrean), memberikan kemudahan bagi pasien dengan mengantarkan obat langsung ke rumah. 

Melalui layanan tersebut, pasien tidak perlu lagi menunggu lama atau mengantre di instalasi farmasi setelah menjalani pemeriksaan.

Sedangkan inovasi ketiga adalah MAS Selo (Mitra Akses Sehat), aplikasi digital yang mengintegrasikan berbagai layanan rumah sakit dalam satu platform. 

Masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara daring, melihat jadwal praktik dokter, memantau antrean, hingga mengakses informasi layanan rumah sakit melalui telepon genggam.

"Ketiga inovasi ini kami hadirkan agar pelayanan semakin mudah, cepat, dan efisien. Kami ingin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang nyaman dengan memanfaatkan teknologi," ujar dr. Wahyu.

Tak hanya berfokus pada pelayanan kepada pasien, RSUD Ki Ageng Selo juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

Saat ini, rumah sakit mengirimkan seorang dokter spesialis untuk mengikuti pendidikan Fellowship Hemodialisis sebagai upaya memperkuat kompetensi tenaga medis dan meningkatkan mutu pelayanan spesialistik.

Menurut dr. Wahyu, pengembangan rumah sakit akan terus dilakukan secara bertahap, baik melalui peningkatan fasilitas, penguatan SDM, maupun inovasi pelayanan. (int)

Editor : Admin
forum konsultasi publik RSUD Ki Ageng Selo Wirosari pelayanan grobogan