Pembangunan SDN Tanggirejo Bantuan Presiden Dimulai, Sekolah Usulkan Seluruh Bangunan Direhabilitasi

Sirojul Munir • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 13:22 WIB

MULAI DIBANGUN –  Pekerja sedang melakukan pembongkaran ruang kelas SD N Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu yang mulai dikerjakan, (27/7).  (SIROJUL MUNIR/RADAR PATI)
MULAI DIBANGUN – Pekerja sedang melakukan pembongkaran ruang kelas SD N Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu yang mulai dikerjakan, (27/7). (SIROJUL MUNIR/RADAR PATI)

GROBOGAN – Pembangunan SDN Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, mulai dikerjakan pada Senin (27/7) dengan diawali pembongkaran atap ruang kelas.

Proses pembongkaran dilakukan secara gotong royong melibatkan orang tua siswa, personel TNI, pekerja, serta masyarakat sekitar.

Dalam sehari, proses pekerjaan berhasil membongkar seluruh atap bangunan yang menjadi sasaran rehabilitasi.

Baca Juga: Selain SDN Tanggirejo, Tiga Sekolah di Grobogan Diundang ke Kemendikdasmen

Selain itu, seluruh perabot dan perlengkapan belajar dari ruang kelas dipindahkan ke lapangan sekolah agar proses pembangunan dapat berjalan lancar.

Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah, mengatakan bantuan pembangunan yang berasal dari Presiden RI Prabowo Subianto melalui Staf Khusus Presiden tidak hanya difokuskan pada empat ruang kelas yang rusak berat dan dua ruang kelas yang ambruk.

Pihak sekolah juga mengusulkan agar seluruh bangunan dan fasilitas sekolah ikut direhabilitasi.

"Usulan dari kami tidak hanya ruang kelas yang ambruk, tetapi juga ruang kelas lainnya, mushala, perpustakaan, dan kamar mandi agar ikut diperbaiki," ujarnya.

Menurutnya, usulan tersebut disampaikan setelah Staf Khusus Presiden memberikan masukan agar rehabilitasi dapat mencakup seluruh fasilitas sekolah yang membutuhkan perbaikan.

Baca Juga: Siswa SDN Tanggirejo Pindah Belajar ke Madin, Gedung Sekolah Direhabilitasi Pemerintah Pusat

Selain itu, sekolah juga mengusulkan pembangunan pagar sekolah serta bak sampah di area belakang sekolah.

"Yang mengalami kerusakan paling parah ada empat ruang kelas. Namun kami berharap seluruh atap ruang kelas diganti agar seragam," katanya.

Juwariyah mengaku belum mengetahui besaran anggaran pembangunan karena seluruh proses dikoordinasikan langsung oleh pemerintah pusat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah memberikan perhatian terhadap sekolah kami. Apresiasi juga kami sampaikan kepada Staf Khusus Presiden yang peduli terhadap dunia pendidikan," ungkapnya.

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan berbagai penyesuaian.

Tiga ruang kelas yang masih layak digunakan dimanfaatkan secara bergantian.

Baca Juga: Viral Ruang Kelas SDN Tanggirejo Grobogan Roboh, Disdik Pastikan Penanganan

Siswa kelas 1 dan kelas 2 menggunakan satu ruang kelas secara bergilir, dengan kelas 1 belajar pada pagi hari dan kelas 2 masuk siang.

Sementara siswa kelas 3 dan kelas 4 belajar dalam satu ruangan yang dipisahkan menggunakan sekat. 

Adapun siswa kelas 5 menempati mushala sebagai ruang belajar sementara, sedangkan kelas 6 tetap menggunakan satu ruang kelas khusus untuk persiapan menghadapi ujian akhir.

Ruang perpustakaan untuk sementara juga dialihfungsikan menjadi ruang guru selama proses rehabilitasi berlangsung.

"Pembangunan SDN Tanggirejo dilaksanakan oleh pemerintah pusat," tandasnya.

Proses pembangunan sendiri telah dimulai sejak Sabtu (25/7). Sebelumnya, pada Jumat (24/7), tim dari Staf Khusus Presiden meninjau langsung kondisi bangunan SDN Tanggirejo yang mengalami kerusakan dan ambruk sebelum memutuskan pelaksanaan rehabilitasi. (mun)

Editor : Abdul Rochim
sekolah ambruk sdn Tanggirejo bantuan Presiden Prabowo pembangunan sekolah Grobogan rehabilitasi SD