Siswa SDN Tanggirejo Pindah Belajar ke Madin, Gedung Sekolah Direhabilitasi Pemerintah Pusat

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 06:21 WIB
BERDESAKAN: Siswa Kelas 3 dan 4 SD N Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu belajar di ruang kelas yang disekat menjadi dua untuk proses belajar mengajar, Senin (27/7). (INTAN M/RADAR PATI)
BERDESAKAN: Siswa Kelas 3 dan 4 SD N Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu belajar di ruang kelas yang disekat menjadi dua untuk proses belajar mengajar, Senin (27/7). (INTAN M/RADAR PATI)

GROBOGAN – Aktivitas belajar mengajar siswa SDN Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, dipindahkan sementara ke Madin Nurul Ilmi mulai Selasa (28/7/2026).

Langkah ini dilakukan agar proses pendidikan tetap berjalan selama gedung sekolah yang rusak menjalani rehabilitasi.

Madin Nurul Ilmi dipilih karena memiliki fasilitas yang memadai dan berjarak sekitar 300 meter dari SDN Tanggirejo.

Baca Juga: Selain SDN Tanggirejo, Tiga Sekolah di Grobogan Diundang ke Kemendikdasmen

Gedung tersebut memiliki enam ruang kelas lengkap dengan meja, kursi, ruang guru, serta kipas angin di setiap ruangan.

Selama masa pemindahan, kegiatan belajar mengajar siswa SDN Tanggirejo berlangsung pukul 07.00 hingga 12.30 WIB.

Sementara itu, aktivitas Madin Nurul Ilmi dilaksanakan pukul 14.00 hingga 16.00 WIB sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran kedua lembaga.

Keputusan pemindahan diambil setelah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan Purnyomo bersama Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tegowanu Parjiyo, Kepala SDN Tanggirejo, dan Kepala Desa Tanggirejo Sundowo meninjau langsung kondisi bangunan sekolah yang rusak.

Purnyomo menjelaskan, kerusakan bermula dari robohnya atap dua ruang kelas yang dilaporkan pada awal tahun.

Kondisi kemudian bertambah parah setelah ruang guru juga mengalami kerusakan pada April lalu.

"Laporan pada April itu sangat penting. Kemudian pada Juni kembali dilaporkan dan menjadi perhatian publik. Selanjutnya ditindaklanjuti oleh TAPD dan Sekda untuk mencari solusi pembiayaan," ujarnya.

Semula, perbaikan direncanakan melalui APBD Perubahan, dengan opsi menggunakan Dana Tidak Terduga (DTT) apabila anggaran tidak mencukupi.

Namun, penanganan dipercepat setelah mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Menurut Purnyomo, pada Jumat (24/7), Dinas Pendidikan menerima kunjungan utusan dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Setelah itu, pemerintah pusat menginstruksikan agar pembangunan segera dimulai.

"Sabtu sudah mulai dilakukan penanganan. Bangunan ini masih bisa direhabilitasi dan akan ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat," katanya.

Ia menambahkan, proses rehabilitasi diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat bulan.

Selain memperbaiki ruang kelas yang roboh, revitalisasi juga mencakup ruang kelas yang bocor, pembangunan mushala, perpustakaan, laboratorium, hingga perbaikan fasilitas kamar mandi.

"Pembangunan tidak hanya untuk ruang kelas yang rusak. Ada beberapa ruang lain yang perlu dibenahi agar sekolah ini menjadi lebih layak dan nyaman bagi siswa," tegasnya.

Kepala Desa Tanggirejo Sundowo mengatakan, pemerintah desa mendukung penuh pemindahan kegiatan belajar mengajar dengan menyediakan gedung Madin Nurul Ilmi.

"Fasilitas Madin memadai karena sudah ada enam ruang kelas dan satu ruang guru. Pembelajaran Madin dimulai pukul dua siang sehingga pagi hari bisa digunakan siswa SDN Tanggirejo," ujarnya.

Dengan pemindahan sementara tersebut, hak siswa untuk tetap memperoleh layanan pendidikan diharapkan tidak terganggu selama proses rehabilitasi sekolah berlangsung. (*/him)

 
 
 
Editor : Abdul Rochim
Dinas Pendidikan Grobogan sdn Tanggirejo Madin Nurul Ilmi grobogan rehabilitasi sekolah