Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Delapan Gerai KDMP di Grobogan Belum Terbangun, Berikut Desa dan Kendalanya

Intan Maylani Sabrina • Minggu, 5 Juli 2026 | 12:22 WIB
BERSIAP: Kondisi bangunan KDMP Desa Tlogotirto Kecamatan Gabus yang bersiap launching. (PEMDES TLOGOTIRTO UNTUK RADARPATI)
BERSIAP: Kondisi bangunan KDMP Desa Tlogotirto Kecamatan Gabus yang bersiap launching. (PEMDES TLOGOTIRTO UNTUK RADARPATI)

GROBOGAN– Target pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Grobogan tinggal menyisakan delapan lokasi yang belum dapat dibangun. 

Bukan karena persoalan anggaran maupun pelaksanaan konstruksi, melainkan masih menunggu penyelesaian izin lahan yang berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan lahan Perhutani.

Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto mengatakan, delapan lokasi tersebut berada di Desa Boloh, Kecamatan Toroh; Desa Sumurgede dan Desa Klampok, Kecamatan Godong; Desa Pulutan, Kecamatan Penawangan; Desa Selojari, Kecamatan Klambu; Desa Dempel dan Desa Rawoh, Kecamatan Karangrayung; serta Desa Kapung, Kecamatan Tanggungharjo. 

"Dari delapan titik tersebut, lahan di Desa Rawoh Kecamatan Karangrayung sebenarnya telah siap digunakan dan kini tinggal menunggu penyelesaian administrasi," jelasnya.

Menurutnya, rata-rata terkendala lahan LP2B dan sebagian lagi di lahan Perhutani. 

"Kami optimistis begitu izin turun, pembangunan bisa segera dilaksanakan sehingga target penyelesaian 100 persen tahun ini dapat tercapai," ujar Wefri.

Di luar delapan titik tersebut, pembangunan gerai KDMP di Grobogan terus menunjukkan progres signifikan. 

Hingga awal Juli 2026, sebanyak 177 gerai telah rampung dibangun, sedangkan 95 gerai lainnya masih dalam proses penyelesaian di berbagai kecamatan.

Sebagai bagian dari percepatan program, sebanyak 106 gerai KDMP dijadwalkan diluncurkan pada 15 Juli 2026. 

Peluncuran tersebut menjadi penanda kesiapan gerai-gerai yang telah selesai dibangun untuk mulai beroperasi dan melayani masyarakat.

Tak hanya pembangunan fisik, aktivitas koperasi di sejumlah desa juga mulai bergerak. Bahkan, puluhan Koperasi Desa Merah Putih telah menjalankan kegiatan usaha secara sederhana, mulai dari layanan simpan pinjam, penjualan gas LPG 3 kg, hingga pengisian stok minimarket yang modal awalnya dihimpun melalui iuran para anggota koperasi.

Menurut Wefri, hal tersebut menunjukkan bahwa semangat pemberdayaan ekonomi desa sudah berjalan seiring pembangunan gerai. 

Dengan dukungan seluruh pihak, ia optimistis seluruh gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Grobogan dapat selesai 100 persen pada tahun ini sehingga seluruh koperasi dapat beroperasi secara optimal sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa. (int)

Editor : Admin
#koperasi #grobogan #KDMP