GROBOGAN – Sebanyak 60-an desa di Kabupaten Grobogan mengajukan usulan untuk memperoleh bantuan Budidaya Ikan Darat Tematik (Mini Recirculating Aquaculture System/Mini RAS) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2026.
Program ini diproyeksikan memperkuat pasokan ikan bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus meningkatkan konsumsi ikan masyarakat.
Kabid Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan, drh. Bambang Yulianto, mengatakan usulan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama pemerintah desa.
Selanjutnya, seluruh usulan akan diverifikasi sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan.
"Sudah ada sekitar 60 desa yang mengusulkan. Nantinya akan diseleksi sesuai persyaratan teknis yang ditetapkan KKP," ujarnya.
Ia menjelaskan, desa yang mengajukan bantuan wajib memiliki lahan sedikitnya sekitar 1.000 meter persegi yang dapat berupa tanah desa, pinjam pakai, atau sewa jangka panjang.
Selain itu, lokasi harus memiliki sumber air sepanjang tahun, tersedia listrik, akses jalan memadai, serta bebas dari potensi banjir dan konflik kepemilikan lahan.
Dalam program tersebut, setiap desa hanya dapat memilih satu komoditas, yakni ikan lele atau nila.
Paket bantuan yang diterima meliputi pembangunan kolam permanen, gudang pakan dan peralatan, sistem resirkulasi air, tandon, benih ikan, hingga kebutuhan pakan.
Bambang mengatakan program ini dilaksanakan dengan pola swakelola padat karya sehingga pembangunan sarana budidaya melibatkan masyarakat desa setempat.
"Harapannya desa bisa mandiri memenuhi kebutuhan ikan, terutama untuk mendukung pasokan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG. Dengan begitu tidak perlu lagi mendatangkan pasokan ikan dari luar daerah," jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah menargetkan usulan dari desa sudah masuk pada Juni 2026 agar dapat mengikuti tahapan seleksi dari KKP.
Sebelumnya, pada 2025, tiga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Grobogan telah menerima bantuan serupa, yakni KDMP Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, serta KDMP Baturagung dan KDMP Jatipecaron di Kecamatan Gubug.
Masing-masing memperoleh bantuan sekitar 60 ribu benih lele beserta sarana budidayanya.
Dalam siklus pemeliharaan sekitar dua hingga tiga bulan, kelompok tersebut berhasil memanen sekitar lima ton ikan dan kini telah memasuki siklus budidaya kedua.
Selain memasok kebutuhan program MBG, hasil panen juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat di wilayah sekitar. (int)
Editor : Admin