GROBOGAN - Perjalanan rombongan pengantar jemaah haji asal Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, berujung duka setelah sebuah mobil yang mereka tumpangi tertabrak kereta api di perlintasan palang pintu perbatasan Desa Sidorejo dan Desa Tuko, Jumat (1/5) dini hari.
Keluarga besar Sadi dan Wartini mengantarkan pasangan tersebut untuk berangkat haji menuju Pendopo Kabupaten Grobogan.
Rombongan berangkat sekitar pukul 02.30 WIB menggunakan empat kendaraan, terdiri dari dua mobil dan dua bus.
Mobil pertama ditumpangi oleh Sadi dan Wartini sebagai calon jemaah haji bersama anak mereka.
Baca Juga: PENYEBAB Avanza Pengantar Jemaah Haji Diabrak KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan
Sementara mobil kedua, sebuah Avanza putih, membawa sembilan penumpang yang merupakan anggota keluarga.
Sedangkan bus ketiga dan bus keempat diisi oleh keluarga besar serta para tetangga yang turut mengantar keberangkatan pasangan tersebut.
Saat rombongan tiba di lokasi perlintasan kereta api di perbatasan Desa Sidorejo dan Desa Tuko sekitar pukul 02.55 WIB, mobil pertama berhasil melintas dengan selamat.
Namun nahas, mobil kedua yang berisi sembilan penumpang tertabrak Kereta Api Agro Bromo Anggrek yang melaju dari arah barat ke timur.
Akibat kecelakaan tragis tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Empat korban meninggal dunia yakni Nayla Dwi Kartika (10), warga Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, dan Shazia Belfania (2), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon.
Keduanya merupakan cucu dari keluarga yang berangkat haji.
Korban lainnya adalah Dalny (51) dan Muhammad Sya’roni (51), warga Desa Kemloko, Kecamatan Godong, yang diketahui merupakan besan keluarga.
Sementara itu, dua korban luka langsung dilarikan ke RSUD R Soedjati Purwodadi untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sedangkan jenazah para korban dibawa ke Puskesmas Pulokulon sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Rombongan yang berada di bus ketiga dan keempat memutuskan berhenti dan tidak melanjutkan perjalanan setelah mengetahui kecelakaan tersebut.
Empat korban yang meninggal dunia kemudian dimakamkan oleh pihak keluarga.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar yang semula hendak mengantar keberangkatan ibadah haji. (mun)