GROBOGAN - Sebanyak 1.052 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Grobogan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026.
Menariknya, sekitar 60 persen dari total jamaah tersebut merupakan kategori lanjut usia (lansia), sehingga menjadi perhatian khusus dalam persiapan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Grobogan, Ali Muhtarom, menjelaskan bahwa para jamaah akan terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 29, 30, 31, dan 32.
Baca Juga: Pembayaran PBB-P2 di Grobogan Makin Praktis, ASN Diminta Bayar Lebih Awal
“Total ada 1.052 jamaah yang akan diberangkatkan. Mereka terbagi dalam empat kloter sesuai jadwal,” ujarnya.
Pemberangkatan kloter 29 dijadwalkan pada 30 April 2026, sementara kloter 30, 31, dan 32 akan diberangkatkan pada 1 Mei 2026.
Kloter 29 akan bergabung dengan jamaah dari Kota Semarang, sedangkan kloter 32 bergabung dengan jamaah dari Kabupaten Demak.
Rinciannya, kloter 29 diisi 170 jamaah, kloter 30 sebanyak 354 jamaah, kloter 31 sebanyak 354 jamaah, dan kloter 32 sebanyak 155 jamaah.
Baca Juga: MANTAP! 54 Koperasi Merah Putih di Grobogan Tuntas 100 Persen
Jamaah berasal dari berbagai kelompok bimbingan ibadah haji (KBIHU) serta non-KBIHU.
Ali menyebutkan, jamaah tertua berusia 86 tahun, sedangkan termuda 17 tahun.
Seluruh jamaah merupakan pendaftar tahun 2013 yang telah menunggu cukup lama untuk bisa berangkat.
Tingginya jumlah jamaah lansia membuat pihaknya memberikan perhatian khusus, terutama terkait kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi.
Jamaah diimbau menjaga kondisi fisik, membawa obat-obatan pribadi, serta perlengkapan kesehatan untuk mencegah dehidrasi.
“Cuaca di sana panas, jadi jamaah harus siap dengan perlindungan diri dan menjaga kesehatan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo, memastikan pemerintah daerah telah melakukan berbagai persiapan demi kelancaran ibadah haji.
Ia berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dalam keadaan sehat.
Selain itu, jamaah juga diminta menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.
“Ibadah haji adalah kesempatan berharga. Jaga kesehatan, ikuti arahan petugas, dan manfaatkan waktu untuk beribadah sebaik mungkin,” pesannya. (mun/him)
Editor : Abdul Rochim