Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Imbas 8 Murid Keracunan: Dapur MBG Pulongrambe Grobogan Dihentikan Sementara

Abdul Rochim • Minggu, 1 Februari 2026 | 20:08 WIB
INVESTIGASI: Tim gabungan melakukan PE dan investigasi di SPPG Pulongrambe Kecamatan Tawangharjo, Grobogan. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR PATI)
INVESTIGASI: Tim gabungan melakukan PE dan investigasi di SPPG Pulongrambe Kecamatan Tawangharjo, Grobogan. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR PATI)

GROBOGAN — Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulongrambe, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, dihentikan sementara menyusul dugaan keracunan yang dialami delapan siswa sekolah dasar.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (30/1/2026) dan melibatkan siswa dari SDN 2 Pulongrambe serta SDN 3 Mayahan.

Dugaan awal mengarah pada konsumsi susu yang merupakan bagian dari menu MBG.

Sebagai tindak lanjut, sejak Senin (2/2), SPPG Pulongrambe menghentikan seluruh penyaluran MBG kepada 3.115 penerima manfaat.

Penghentian ini dilakukan sembari menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan sumber masalah.

Kepala SPPG Pulongrambe, Dwi Bayu Kurniawan, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil atas rekomendasi pihak terkait demi kehati-hatian.

“Kami diminta menghentikan sementara penyaluran sampai hasil pemeriksaan laboratorium keluar dan penyebabnya jelas,” ujarnya.

Menanggapi dugaan susu bermerek tertentu sebagai pemicu, Dwi Bayu menegaskan bahwa produk susu yang digunakan masih dalam batas masa kedaluwarsa.

Ia menyebutkan, tanggal kedaluwarsa pada kemasan masih jauh, yakni antara Oktober hingga November 2026.

“Produk susu baru kami terima Kamis malam. Ada dua varian, rasa putih dan cokelat, dan semuanya masih layak konsumsi secara tanggal,” jelasnya.

Sebagai langkah pengamanan, seluruh stok susu ditarik dari peredaran. Aktivitas dapur produksi MBG pun dihentikan sementara sambil menunggu evaluasi lebih lanjut.

Pemilik SPPG Pulongrambe, M Sodiq, menambahkan bahwa pihaknya masih menelusuri berbagai kemungkinan.

Salah satu dugaan yang muncul adalah adanya kemasan kardus susu yang tidak dalam kondisi sempurna.

“Biasanya sebelum dibagikan, makanan selalu dicicipi oleh karyawan. Saat kejadian, menu makanannya sudah dicek dan aman. Hanya susunya yang memang tidak dicoba sebelumnya,” ungkapnya.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

SPPG Pulongrambe memilih menghentikan sementara operasional sebagai langkah antisipasi untuk melindungi para penerima manfaat program MBG. (int/him)

Editor : Abdul Rochim
#keracunan susu MBG #keracunan MBG di Grobogan #SPPG Pulongrambe Grobogan