Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Tahun Ini, Perbaikan Jalan Provinsi di Grobogan Digelontor Rp 7,4 Miliar

Intan Maylani Sabrina • Kamis, 29 Januari 2026 | 19:12 WIB
KERUSAKAN: Ruas Purwodadi-Wirosari Kabupaten Grobogan yang mengalami kerusakan.
KERUSAKAN: Ruas Purwodadi-Wirosari Kabupaten Grobogan yang mengalami kerusakan.

GROBOGAN – Perbaikan sejumlah ruas jalan Provinsi di wilayah Kabupaten Grobogan dipastikan berlangsung pada tahun 2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui APBD Provinsi mengucurkan anggaran total Rp 7,4 miliar.

Anggaran miliaran rupiah itu untuk rehabilitasi dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang selama ini mengalami kerusakan struktural.

Ketua Kelompok Kerja Kabupaten Sragen–Blora Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi DPUPR Provinsi Jateng, Umar, menyampaikan anggaran tersebut dialokasikan dalam enam paket pekerjaan fisik.

Fokusnya pada penanganan beton rusak, pengerasan jalan, serta rekayasa teknik di titik-titik rawan kerusakan berat.

"Salah satu paket terbesar menyasar ruas Godong–Purwodadi dengan anggaran Rp 2,5 miliar untuk penggantian pengerasan beton rusak di sejumlah spot kritis," ungkapnya.

Selain itu, perbaikan beton rusak juga dilakukan di ruas Lingkar Utara dengan nilai Rp 2 miliar, yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas dan distribusi logistik.

Penanganan teknis yang lebih kompleks dilakukan di ruas Purwodadi–Klambu dengan anggaran Rp 400 juta. 

"Kerusakan pada ruas ini dipicu fenomena pumping, yakni tekanan air dari bawah ke atas yang mendorong lapisan tanah dan beton hingga pecah," imbuhnya.

Maka Penanganan dilakukan dengan membongkar bagian rusak berat dan menggantinya menggunakan beton FS 45 bertulang agar struktur jalan lebih kuat dan tahan terhadap tekanan tanah serta air.

Pengerasan beton juga dilakukan di ruas Wirosari–Ngaringan tepatnya di Desa Dapurno dengan anggaran Rp 400 juta, meskipun hanya mencakup 24 segmen prioritas. 

Sementara itu, ruas Purwodadi–Wirosari juga mendapat pengerasan beton senilai Rp 400 juta.

Ruas ini sebelumnya sudah menggunakan geotekstil, namun tanpa tulangan beton. 

"Pada tahun 2026, dilakukan rekayasa teknik dengan penerapan beton FS 45 bertulang sebagai uji struktur untuk meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban lalu lintas," imbuhnya.

Selain itu, di jalur Wirosari–Sulursari–Singget, perbaikan jalan dilakukan melalui pengerasan badan jalan yang dikombinasikan dengan pembangunan dinding penahan tanah dengan anggaran Rp 1,7 miliar. 

"Penanganan ini dilakukan karena kondisi kontur jalan yang miring dan rawan pergerakan tanah, sehingga membutuhkan penguatan struktur demi keselamatan pengguna jalan," imbuhnya.

Umar mengungkapkan, selain enam paket fisik tersebut, Pemprov Jateng juga menyiapkan anggaran khusus sebesar Rp 500 juta untuk penanganan kerusakan jalan akibat bencana seperti ambrolan dan longsor. 

"Anggaran ini bersifat darurat sehingga dapat digunakan secara cepat tanpa menunggu paket pembangunan reguler," jelasnya.

Umar menambahkan, ruas jalan provinsi yang belum masuk dalam paket rehabilitasi tetap mendapatkan perawatan rutin berupa tambal sulam lubang dan pemeliharaan berkala.

Masyarakat juga didorong untuk aktif melaporkan kondisi jalan rusak melalui Aplikasi Jalan Cantik sebagai kanal resmi pengaduan infrastruktur. (int/him)

Editor : Abdul Rochim
#Provinsi Jateng #grobogan #jalan rusak di grobogan