GROBOGAN - Dari 15 proyek investasi yang ditawarkan dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025.
Pemerintah Kabupaten Grobogan membawa dua proyek unggulan, yakni pengolahan sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) serta pembangunan Pusat Regional Komoditas Pertanian (PRKP) dan Sub Terminal Agribisnis (STA).
Kedua proyek tersebut dinilai potensial untuk dikembangkan di Grobogan dan sudah mulai dilirik oleh calon investor.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Grobogan, Abdul Munib Susanto, menyampaikan bahwa proyek RDF menjadi yang paling menarik perhatian.
"Beberapa yang sudah tertarik antara lain PT Nindya Karya, SCG Indonesia dari Thailand, dan JFE Engineering Corporation dari Jepang,” katanya.
Meski begitu, prosesnya masih dalam tahap penjajakan.
“Kalau minatnya serius, biasanya akan dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke lokasi,” tambahnya.
Untuk mendukung minat investasi, Grobogan telah menyiapkan 11 kawasan peruntukan industri (KPI) yang tersebar di sejumlah kecamatan dan masuk dalam Kawasan Strategis Nasional (KSN) Kedungsepur.
Sejumlah kawasan telah siap dimanfaatkan, seperti di Kecamatan Brati, Godong, Grobogan, dan Gubug.
Pengembangan juga dilakukan di Tanggungharjo, Tegowanu, dan Kedungjati, termasuk di antaranya kawasan eks rawa milik negara yang kini telah ditetapkan sebagai KPI.
Tak hanya RDF, Munib menyebutkan bahwa Pemkab juga sedang menyiapkan proposal investasi biomassa, yang memanfaatkan limbah pertanian seperti sekam padi dan bonggol jagung.
“Rencana lokasi yang akan ditawarkan di KPI Gubug dan Sugihmanik. Kalau memungkinkan, bisa juga untuk pengolahan sampah sekaligus,” jelasnya.
Sementara itu, realisasi investasi di Kabupaten Grobogan pada triwulan I tahun 2025 tercatat mencapai Rp 1,81 triliun dengan total 12.199 proyek.
Dari jumlah tersebut, sektor Usaha Mikro Kecil (UMK) menyumbang Rp 641,7 miliar dari 2.342 proyek.
Adapun Usaha Menengah Besar (UMB) menyumbang Rp 1,17 triliun dari 322 proyek.
Rincian penanaman modal terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 852,1 miliar dengan serapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 524 orang, serta Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 318,3 miliar dengan serapan 1.867 tenaga kerja lokal dan 15 tenaga kerja asing.
Dengan proyek-proyek yang kami bawa dan kesiapan kawasan industri, kami optimistis Grobogan bisa menjadi salah satu destinasi investasi utama di Jawa Tengah,” pungkas Munib. (int/nana)
Editor : Syaiful Amri