GROBOGAN– Menara Simpang Lima menjadi ikon dari Kabupaten Grobogan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berupaya menarik wisatawan dengan mempercantik menara yang telah berdiri sejak 1975 tersebut, dengan memberikan lighting dan animasi.
Rencana itu diungkapkan, Kepala DLH Grobogan Mokamat melalui Kabid Tata Lingkungan Epik Suryantini.
Usulan penataan tugu/menara Simpang Lima ini sudah dirancang sejak tiga tahun terakhir, tahun ini kembali digaungkan.
Pemkab Grobogan mengusulkan penambahan sistem pencahayaan (lighting) animatif di kawasan Tugu Simpang Lima.
Proyek ini masuk dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025, dengan nilai pagu sebesar Rp 900 juta.
Penambahan lighting ini bertujuan mempercantik ikon kota sekaligus menarik lebih banyak kunjungan masyarakat ke taman aktif di kawasan tersebut, terutama pada malam hari.
“Lighting yang ada saat ini kurang terang dan tidak menonjol. Saat malam, area tugu kurang menarik bagi masyarakat untuk berkunjung,” kata Epik, Rabu (11/6).
Menurutnya, kkonsep pencahayaan yang diusulkan berbasis animasi dan akan menampilkan proyeksi visual ke arah tugu dari beberapa sudut.
Proyeksi menggunakan teknologi LED yang hemat energi dan mudah dalam perawatan.
“Awalnya kami ingin meniru konsep seperti Menara Teratai di Banyumas, tapi perawatannya sulit. Jadi kami ubah, dengan proyeksi LED langsung ke tugu dari berbagai arah,” jelasnya.
Lighting animatif ini juga dirancang untuk menampilkan tema tertentu sesuai momen, seperti proyeksi merah putih dan tulisan peringatan saat Hari Kemerdekaan.
Bahkan, ke depan pencahayaan ini dapat dimanfaatkan untuk menampilkan iklan potensi daerah secara dinamis.
“Kalau memungkinkan, nanti juga bisa dikomersialkan,” imbuhnya.
Penambahan pencahayaan pada taman kota ini turut masuk bagian dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Grobogan dalam program “Noto Kutho Bangun Ndeso”, yang bertujuan memperindah kota dan memperkuat identitas daerah.
Lebih lanjut, DLH juga berencana mengusulkan pembangunan akses penyeberangan menuju Tugu Simpang Lima.
Hal ini menanggapi keluhan masyarakat yang merasa kesulitan menyeberang ke kawasan tugu karena belum tersedia akses yang aman.
“Setelah ikon Kabupaten Grobogan ini dipercantik, harapannya ke depan juga bisa dibangun akses penyeberangan yang bagus dan aman,” pungkas Epik. (int)
Editor : Achmad Ulil Albab