GROBOGAN, RADARAPATI.ID- PT Polygroup asal Tiongkok resmi mendirikan pabrik keduanya di Indonesia.
Pendirian pabrik pohon Natal di lahan seluas 20 hektare pada kawasan peruntukan industri (KPI) Desa Sugihmanik Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan tersebut ditarget menyerap 10.000 tenaga kerja.
Chairman PT Polygroup Paul Cheng dalam sambutannya saat menghadiri seremonial peletakan batu pertama baru-baru ini mengatakan, pembangunan pabrik tersebut akan dilakukan secara bertahap.
Tahap pertamanya, akan dimulai pada lahan seluas 5 hektare.
"Bangunan pertama akan selesai pada September tahun ini dengan target operasional pada Maret 2026. Pengiriman pertama pada awal tahun depan. Jadi kami akan mengekspor sekitar 9 bulan dari sekarang," ujar Paul.
Peluang lapangan pekerjaan yang tercipta dari pabrik ini diperkirakan akan mencapai 6.000 orang pada awal operasional, dan setelah beroperasi sepenuhnya bisa mencapai 10.000 tenaga kerja dalam tiga tahun ke depan.
Lanjut Paul, Grobogan menjadi lokasi kedua mereka.
Sebelumnya pada 2023 telah berinvestasi kali pertama di Indonesia yang bertempat di Kawasan Industri Kendal (KIK).
Ia menyebut bahwa keputusan memilih Grobogan dan Kendal adalah karena harga yang kompetitif.
Di samping itu baik perusahaan maupun masyarakat lokal sama-sama saling membutuhkan.
"Kami terbuka menerima semua pekerja, dari mana pun asalnya. Yang terpenting adalah kemauan dan semangat bekerja," ujarnya.
Kehadiran Polygroup di Kabupaten Grobogan ini, nantinya akan berkembang menjadi produsen global dalam industri dekorasi musiman, khususnya pohon Natal buatan, lampu hias, dan dekorasi.
"Di samping itu, juga memproduksi produk dekorasi rumah lainnya, seperti pelampung dan kolam tiup,” ungkap Paul.
Ia menambahkan bahwa perusahaan ini menyuplai pasar global melalui merek dagang Evergreen Classic, Lumations, dan Funsicle.
Sedangkan, Direktur Utama PT ALIB, Didik Prawoto, menyampaikan apresiasinya atas investasi PT Poly Group di wilayah tersebut.
Ia optimistis keberadaan perusahaan ini akan membawa perubahan signifikan, terutama dalam membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
Berdirinya PT Polygroup tersebut diklaim akan menyerap 90 persen tenaga kerja dari warga setempat dan sekitarnya.
"Kami harapkan bisa menggandeng pemdes setempar untuk proses pendataan perekrutannya. Sehingga benar-benar tepat sasaran, warga yang belum memiliki pekerjaan.
Sedangkan warga yang belum memiliki keterampilan, akan kami tampung untuk mendapatkan pelatihan terlebih dahulu," harapnya. (int/amr)