GROBOGAN, RadarPati.ID- Jelang Natal dan Tahun Baru 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang telah menyiapkan berbagai upaya guna memastikan perjalanan kereta api yang nyaman.
Salah satunya dengan mengganti wesel di Stasiun Gundih.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo menyampaikan dalam upaya meningkatkan keandalan jalur, KAI telah mengganti rel baru sepanjang 106.875 meter.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan stabilitas lintasan, mengurangi potensi gangguan, serta memastikan perjalanan kereta lebih mulus dan aman.
“Penggantian rel ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga memastikan penumpang merasakan perjalanan yang lebih nyaman dan tenang,” tambah Franoto.
Menurutnya, sebanyak 19 wesel telah diganti di berbagai stasiun, antaranya Stasin Gundih, Sedadi, Sedadi, Petarukan, Brumbung, dan Alastua.
Wesel menjadi komponen vital yang memungkinkan kereta berpindah jalur dengan aman.
“Dengan penggantian wesel ini, kami meminimalkan risiko gangguan operasional serta meningkatkan kecepatan dan efisiensi perpindahan jalur, terutama di stasiun-stasiun padat penumpang,” jelas Franoto.
Uniknya, PT KAI mengedepankan keramahan lingkungan yakni mengganti bantalan kayu dengan bantalan sintetis.
Hingga kini, 4.102 bantalan kayu di 29 jembatan telah diganti.
"Bantalan sintetis tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga lebih tahan lama dan efektif meredam kebisingan, memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang,” kata Franoto.
Bantalan sintetis, teknologi yang pertama kali dikembangkan di Jepang, memiliki keunggulan seperti daya tahan terhadap bahan kimia, usia pakai lebih dari 50 tahun, dan biaya perawatan yang lebih rendah.
Selain itu, PT KAI juga menambah 30.012 meter kubik batu ballast atau batu kricak di sepanjang jalur.
Batu ballast ini sebelumnya dicuci untuk memastikan kebersihan dan keawetannya.
“Ini bertujuan meningkatkan stabilitas dan daya tahan jalur KA, serta mengurangi potensi kerusakan akibat cuaca ekstrem,” tambah Fran. (Int)
Editor : Abdul Rochim