Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Penilaian Adiwiyata Dimulai, 27 Sekolah di Grobogan Dinilai

Syaiful Amri • Selasa, 29 Oktober 2024 | 21:48 WIB
DITINJAU: Tim penilaian sekolah adiwiyata mulai melakukan penilaian di 27 sekolah di Kabupaten Grobogan.
DITINJAU: Tim penilaian sekolah adiwiyata mulai melakukan penilaian di 27 sekolah di Kabupaten Grobogan.

GROBOGAN, RADARPATI.ID – Tahun ini, sedikitnya ada 27 SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Grobogan mulai menguatkan program lingkungan terbaiknya untuk meraih adiwiyata.

Tim penilaian calon sekolah adiwiyata mulai memberikan penilaian ke sekolah tersebut.

Penilaian tersebut dilakukan selama empat hari, mulai 28-31 Oktober 2024.

Dalam sehari dua tim penilaian mendatangi tiga hingga empat sekolah.

Sebanyak 29 poin indikator menjadi penunjang penilaian.

Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Gunawan Widiyanto mengatakan, ada beberapa komponen penting dalam penilaian.

Antaranya mengenai maksimalnya fungsi sanitasi, drainase dalam sekolah bersih dan berfungsi, serta pengelolaan sampah terpilah melalui 3R (reduce, reuse, recyle) hingga pembuatan kompos.

Kemudian adanya penghijauan hingga pemeliharaan pohon.

Tersedianya tempat cuci tangan, hingga pemanfaatan limbah air cuci tangan.

Serta adanya kampanye yang tertempel di sudut ruangan tentang penghematan penggunaan air hingga listrik.

Saat penilaian, tim mengecek satu persatu secara fisik hingga kelengkapan berkas.

Kemudian langsung dilakukan evaluasi bersama.

Menurutnya selama penilaian ini masih banyak yang harus dievalusi pada beberapa sekolah.

Terlebih mengenai pemanfaatan lahan sekolah untuk penghijauan, hingga pengurangan sampah plastik yang ada di kantin hingga penyajian makanan sekolah.

"Sudah banyak upaya yang dilakukan, seperti membuat inovasi penyemprotan air, pemanfaatan sampah terpilah yang dijadikan kreaski hiasan kelas dan pot bunga.

Tapi ada juga yang harus dievaluasi. Beberapa sekolah masih ada yang membakar sampah," tegasnya.

Rata-rata belum memiliki pengolahan sampah 3R, harusnya sampah selesai di sekolah.

Kenyataannya banyak yang masih membakar sampah di lingkungan sekolah.

"Terpenting kami tegaskan ke para guru terkait upaya mengajak warga sekolah terkait budaya peduli lingkungan.

Sejauh mana mengajak untuk berbudaya lingkungan," paparnya. (int/war/amr/izza)

Editor : Syaiful Amri
#program lingkungan #Tim penilaian calon #Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH #Penilaian #Kabupaten Grobogan