GROBOGAN, RADARPATI.ID – Kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban, Davian Zaki Pratama, 16, warga lingkungan Majenang, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, kritis selama sembilan hari belum menuai titik terang.
Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Agung Joko Haryono mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Masih dalam proses pengumpulan alat bukti. Empat saksi sudah diperiksa," tuturnya Selasa (14/5).
Lebih lanjut, Kasatreskrim mengatakan saat ini korban masih dalam perawatan di rumah sakit.
"Permintaan keterangan kepada korban nanti akan dilakukan usai keadaan korban stabil,” katanya.
Menyinggung mengenai jumlah pelaku pengeroyokan, disebutkan terdapat lebih dari lima orang. "Masih didalami," hematnya.
Terpisah, ayah korban, Tejo Subroto, 41, menceritakan usai putranya dirontgen terdapat gumpalan darah di bagian kepala.
"Setelah dikeroyok pada Sabtu (4/5) malam itu pingsan dan koma. Baru Senin (13/5) siang mulai siuman," bebernya kepada saat ditemui wartawan di ruang durian kamar nomor 110 Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum Purwodadi.
Meskipun telah siuman, akan tetapi putranya masih mengalami trauma. "Seperti ingin memberontak. Luka paling parah ya di kepala dan dada karena diinjak-injak dan dipukuli para pelaku," jelasnya.
Tak hanya Davian, bocah lain yang menjadi korban adalah Muhammad Alfarisi, 16, yang juga merupakan warga lingkungan Majenang.
Ayah Farisi, Slamet Riyadi, 41, menceritakan bahwa mulanya putranya tersebut ngopi dengan Davian bersama tiga orang teman lainnya. Akan tetapi tahu-tahu Davian dikeroyok oleh orang yang tak dikenal.
Baca Juga: Eks Sekdes Cendono Dibekuk Polisi, Apa Saja Dugaannya?
"Waktu anak saya mau menolong juga malah kena keroyok, mukanya juga babak belur. Tapi yang paling parang memang Davian. Sementara itu yang lainnya berhasil menyelamatkan diri," tegasnya.
Baik Tejo maupun Slamet berharap supaya pelaku dapat segera ditangkap.
"Sudah lebih sepuluh hari ini, belum ada kejelasan," tegas mereka kompak. (fik/him)
Editor : Abdul Rochim