Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

BNPB Tinjau Banjir, Janji Bantu Rumah-Rumah Rusak, Segini Nominalnya

Sirojul Munir • Selasa, 26 Maret 2024 | 14:52 WIB
TINJAU PENGUNSI: Kepala BNPB Letjend TNI Suharyanto meninjau lokasi penampungan korban banjir dan menyerahkan bantuan di  Desa Getasrejo, Grobogan.
TINJAU PENGUNSI: Kepala BNPB Letjend TNI Suharyanto meninjau lokasi penampungan korban banjir dan menyerahkan bantuan di Desa Getasrejo, Grobogan.

GROBOGAN, RADARPATI.ID — Warga terdampak banjir mendapatkan angin segar bagi mengalami rumah rusak berat, sedang dan ringan mendapatkan ganti rugi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan rumah dan lahan pertanian warga terdampak banjir di Kabupaten Grobogan akan mendapatkan ganti rugi dari pemerintah.

Jumlah realisasi bantuan yang diberikan warga yang rumahnya rusak berat akibat banjir asal tanahnya tidak bergeser akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 60 juta per unit.

Sedangkan rumah yang rusak sedang mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 30 juta per unitnya. Sementara rusak ringan akan mendapatkan bantuan Rp 15 juta per unit.

”Rumah yang hanyut terbawa arus akan kami bantu bangun kembali. Nanti untuk pendataan dari pemerintah daerah diusulkan ke pemerintah pusat,” kata Kepala BPNB Letjen TNI Suharyanto.

Selain rumah, BNPB juga akan mengganti kerugian di pertanian. Yakni bagi lahan pertanian yang rusak akibat banjir dan berpotensi mengalami puso pemerintah juga sudah menyiapkan skema bantuan.

Bantuan puso tahun 2023 yang sudah diterima petani di tabungan masing-masih bisa dicairkan pekan ini.

Sementara untuk sawah yang puso di tahun 2024 nanti mekanisme ganti ruginya melalui asuransi Jasindo.

Pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan untuk mempercepat pendataan jumlah rumah dan lahan pertanian yang rusak akibat banjir dan segera melakukan pengajuan.

”Tadi dapat laporan dari Bupati juga adan jembatan juga yang rusak, nah yang seperti itu harus segera dilakukan perbaikan,” terag dia.

Baca Juga: Pemkab Jepara Buka Dua Dapur Umum Layani Korban Banjir

Suharyanto juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah dalam kesigapan menangani pengungsi dan bencana daerah.

Saat penanganan pengungsi tidak menginap di tenda-tenda lagi, sudah disiapkan tempat pengungsian yang layak.

Dari pemerintah setempat juga sigap mendirikan dapur umum di beberapa titik yang terdampak bencana.

”Juga menyiapkan sahur dan buka bagi para pengungsi,” tandasnya.

Seperti diketahui Kepala BNPB melakukan tinjauan secara maraton ke beberapa tempat yang terdampak bencana seperti di Kendal, Demak, Semarang hingga Grobogan.

BNPB bersama BMKG akan memodifikasi cuaca untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem khususnya di Jawa Tengah.

Baca Juga: Hujan Ekstrem, Pembetonan Jembatan Babalan Terkendala

Ada Sembilan kota dan Kabupaten yang terkena dampak bencana banjir pada tahun ini.

Sementara itu Bupati Grobogan Sri Sumarni menyampaikan saat ini jumlah rumah dan lahan pertanian yang terdampak banjir masih dilakukan pendataan.

Nantinya, data dari beberapa wilayah terdampak banjir dirangkum untuk kemudian diajukan bantuan ke pemerintah pusat.

”Kami masih melakukan pendataan untuk jumlah kerugian dari rumah dan sawah yang terdampak,” terang dia.(mun/him/ade)

Editor : Alfian Dani
#bnpb #Janji Bantu Warga #tinjau banjir #rumah rusak