Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Sungai Tuntang Mutah, 12 Kecamatan Banjir Ada 2.650 Rumah Terdampak, Buat Tiga Dapur Umum

Sirojul Munir • Kamis, 8 Februari 2024 | 21:35 WIB
BANJIR PARAH: Warga berada di Masjid An Nur Gubug, Grobogan, yang terendam banjir akibat luapan Sungai Tuntang kemarin.
BANJIR PARAH: Warga berada di Masjid An Nur Gubug, Grobogan, yang terendam banjir akibat luapan Sungai Tuntang kemarin.

 


GROBOGAN, RADARPATI.ID – Banjir terjadi lagi di Kabupaten Grobogan kemarin.

Banjir ini kiriman air dari hulu Sungai Lusi, Sungai Serang, dan Sungai Tuntang tak mampu menampung debit air, akibat insentias hujan tinggi.

Sehingga menjadikan banjir di 12 kecamatan.

Dampak dari banjir tersebut, menjadikan Jalan Grobogan-Semarang ruas Godong-Tegowanu putus dan tidak bisa dilewati.

Kendaraan dialihkan untuk melewati Demak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Endang Sulistiyoningsih mengatakan, 11 kecamatan yang kebanjiran itu, Kecamatan Godong, Penawangan, Tawangharjo, Purwodadi, Toroh, Karangrayung, dan Geyer.

Kemudian Kecamatan Tegowanu, Kedungjati dan Gubug.

Banjir di Kecamatan Godong terjadi di Desa Werdoyo dan Desa Klampok.

Penyebab banjir karena Sungai Jajar meluap, sehingga menggenangi persawahan, jalan perkampungan, dan rumah warga dengan ketinggian air sekitar 20-50 cm.

Rumah warga yang terdampak banjir ada 64 rumah.

Baca Juga: Pengusaha asal Pati Getol Usul Pantura DIbangun Jalur KA dan Tol  

NGUNGSI: Pasangan suami-istri di Desa Tinanding, Godong, Grobogan, membopong bayinya keluar dari rumah untuk mengungsi karena rumahnya kebanjiran kemarin.
NGUNGSI: Pasangan suami-istri di Desa Tinanding, Godong, Grobogan, membopong bayinya keluar dari rumah untuk mengungsi karena rumahnya kebanjiran kemarin.

Banjir di Kecamatan Penawangan dan di Desa Toko ada 10 rumah terendam, Desa Jipang ada 24 rumah, Desa Pengkol 31 rumah, dan Desa Sedadi menggenangi persawahan.

Sedangkan penyebab banjir di Kecamatan Tawangharjo karena Sungai Lusi meluap.

Akibatnya, ada tujuh rumah terdampak Desa Jono, di Desa Selo ada 18 rumah rumah, dan Desa Mayahan ada 200 rumah.

Banjir juga menggenang Kecamatan Purwodadi. Di antaranya di Perumahan Asabri Blok A, B, dan C berdampak pada 15 rumah.

Juga di Perumahan Permata Hijau Purwodadi melanda 120 rumah.

Di Desa Cingkrong banjir menggenangi 14 rumah, satu pondok pesantren, dan SD N 1 Cingkrong.

Ketinggian air sekitar 40 sampai 60 sentimeter.

Kemudian di Kecamatan Toroh, banjir melanda Desa Katong; Kecamatan Karangrayung ada di Desa Karangsono; Kecamatan Geyer ada di Desa Bangsri dan Desa Asemrudung dilanda banjir bandang.

Selanjutnya, di Kecamatan Kedungjati diserang banjir bandang.

Meliputi Desa Ngombak, Desa Kedungjati, Desa Kalimaro, Desa Deras, Desa Padas, Desa Klitikan, Desa Jumo, dan Desa Wates.

Sementara di Kecamatan Tegowanu, banjir menggenangi Desa Karangpasar.

MASAK BERSAMA: Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana (kanan) masak bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni di dapur umum di kantor Kecamatan Gubug.
MASAK BERSAMA: Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana (kanan) masak bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni di dapur umum di kantor Kecamatan Gubug.

Banjir berdampak pada 72 KK atau 214 jiwa dan 25 hektare sawah.

Di Kecamatan Tanggungharjo banjir menggenang di Desa Ngambakrejo serta di Kecamatan Gubug menyerang Desa Trisari, Desa Kuwaron, Desa Kunjeng, dan Jalan Raya Purwodadi-Gubug.

”Khusus untuk Kecamatan Gubug masih tergenang air, karena ada tanggul jebol di Kemiri dan di Sungai Tuntang. Ada empat titik tanggung yang jebol.

Ada di Desa Kemiri, tanggul Tajemsari Sungai Cabean, di dekat Bendungan Glapan, dan di Jembatan Tuntang,” tandasnya.

Akibat banjir tersebut didirikan tiga dapur umum dan posko pengungsian. Lokasinya di Kecamatan Tegowanu, Gubug, dan kantor BPBD Grobogan.

Namun, sebagian warga memilih mengungsi di rumah keluarga atau tetangga yang tidak terkena banjir.

Banjir di Kabupaten Grobogan ini, menjadi perhatian Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana.

Orang nomor 1 di Jateng itu, meninjau dapur umum di Kecamatan Gubug bersama Kepala BBWS Pemali Juana Harya Muldiyanto, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Forkopinda Grobogan, serta Muspika Gubug.

PJ Gubernur Jateng Nana Sudjana menyerahkan sejumlah bantuan sembako kepada Pemkab Grobogan.

Dia juga menyempatkan ikut memasak bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Dia mengatakan, dari laporan yang dia terima, banjir terjadi karena tanggul di Sungai Tuntang di Kecamatan Gubug jebol. Dampaknya Ada 12 kecamatan tergenang.

Total 2.650 rumah dan 58 hektare sawah terdampak. Beruntung Tak ada korban jiwa.

Selain itu, juga ada enam fasilitas pendidikan agama dan umum serta unit satu rumah ibadah terendam.

”Kami dari pemprov dan Pemkab Grobogan terus bekerja sama untuk penanganan banjir ini. Termasuk TNI dan Polri.

Dinas PUPR dan Dinas Sosial sudah menutup tanggul menggunakan karung berisi pasir,” terangnya.

Sedangkan penanganan jalan rusak, begitu banjir surut akan segera diperbaiki. Sementara jalan ditutup sampai normal lagi. (mun/ade)

Editor : Alfian Dani
#Sungai Tuntang #dapur umum #banjir