GROBOGAN, RADARPATI.ID - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mitigasi longsor dengan rumput akar wangi atau vetiver di sepanjang jalur kereta api yang memiliki potensi tanah longsor.
Ada 58 lokasi yang dilakukan penanaman kemarin.
Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan, di Grobogan ada 11 titik rawan longsor dan banjir.
Namun, penanaman tersebut dilakukan di 58 lokasi dengan luasan 39.700 meter persegi.
“Untuk jumlah polybag yang disebar menyesuaikan,” katanya.
Dia mengatakan, penanaman rumput akar wangi tersebut menjadi upaya KAI dalam penanganan longsor pada lereng dengan memanfaatkan tanaman.
“Rumput akar wangi merupakan tanaman ekologis dengan sistem perakarannya yang unik. Tanaman ini memiliki akar serabut yang tumbuh lurus dan bukan menyamping seperti tumbuhan rumput pada umumnya.
Akar yang lurus berfungsi untuk stabilitas tanah sedangkan akar dengan susunan yang tebal dan rapat berfungsi untuk menyebarkan air, menahan sedimen, dan sangat tahan terhadap bermacam-macam bahan kimiawi untuk rehabilitasi lahan,” jelasnya.
Akar rumput tersebut juga mampu menembus lapisan setebal 15 cm yang sangat keras dan di daerah lereng-lereng berbatu.
Ujung akar vetiver mampu masuk dan menembus dan menjadi semacam jangkar yang kuat sehingga mempunyai kemampuan mencegah erosi lereng.
“Pada awal musim hujan ini menjadi momen tepat untuk kami mulai bertanam, serta sebagai upaya memitigasi bencana terutama bencana longsor pada musim penghujan,” jelas Franoto.
Daop 4 Semarang selanjutnya juga akan menanam 10.000 polybag rumput akar wangi yang akan disebar di sepanjang jalur kereta api yang memiliki potensi tanah longsor.
Adapun daerah rawan longsor maupun daerah yang memiliki tebing tinggi ada 131 lokasi.
Tersebar dari Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Semarang, Grobogan hingga Blora dengan program penanaman seluas 93.110 meter persegi.
Selain itu, Daop 4 bersama pemkab juga melaksanakan upaya lainnya dengan pembersihan sampah, normalisasi sungai dan saluran air dari endapan lumpur maupun gulma eceng gondok di sepanjang jalur kereta api. (int/mal)
Editor : Alfian Dani