Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Diresmikan Pangdam IV Diponegoro, Warga Desa Kentengsari Grobogan Kini Terhubung Jembatan Garuda

Intan Maylani Sabrina • Rabu, 11 Maret 2026 | 15:23 WIB

DIRESMIKAN: Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Achiruddin Darojat saat meresmikan jembatan perintis garuda di Desa Ngombak-Kentengsari Kecamatan Kedungjati, Grobogan.
DIRESMIKAN: Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Achiruddin Darojat saat meresmikan jembatan perintis garuda di Desa Ngombak-Kentengsari Kecamatan Kedungjati, Grobogan.

GROBOGAN- Penantian panjang warga Desa Ngombak dan Desa Kentengsari, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan akhirnya terjawab. Setelah puluhan tahun terpisah oleh Sungai Tuntang, kini kedua desa tersebut resmi terhubung melalui Jembatan Perintis Garuda.

Jembatan gantung tersebut diresmikan langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Achiruddin Darojat, Senin (9/3).

Peresmian ini menjadi momen penting bagi ribuan warga yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk beraktivitas.

Pembangunan jembatan dimulai pada 13 Januari 2026 dan berhasil diselesaikan pada 26 Februari 2026. Meski sempat terkendala cuaca selama proses pengerjaan, pembangunan akhirnya rampung sesuai target.

Jembatan yang berdiri di atas Sungai Tuntang itu memiliki panjang sekitar 80 meter dengan lebar 120 sentimeter. Keberadaannya menjadi akses vital bagi sekitar 6.418 warga dari Desa Ngombak dan Desa Kentengsari.

Mayjen TNI Achiruddin Darojat menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus mempercepat konektivitas antar daerah.

“Program ini merupakan program bapak presiden untuk menghubungkan daerah-daerah yang selama ini belum tersambung akses transportasinya, bahkan ada yang terisolir karena tidak memiliki jembatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam program tersebut TNI Angkatan Darat mendapat kepercayaan sebagai pelaksana pembangunan jembatan perintis di berbagai wilayah.

Melalui Kodam IV/Diponegoro, pembangunan jembatan gantung saat ini dilakukan di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Di Jawa Tengah sendiri, kata Achiruddin, terdapat 13 titik jembatan yang sudah selesai dibangun dan diresmikan. Sementara itu 29 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan selesai dalam waktu kurang dari satu bulan.

“Kita ditargetkan satu jembatan maksimal selesai dalam waktu satu bulan. Tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan bapak bupati untuk mencari titik-titik baru yang membutuhkan jembatan,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan jembatan perintis dapat terus diperluas sehingga akses masyarakat yang sebelumnya terisolir atau harus memutar jauh bisa menjadi lebih cepat dan efisien.

“Harapan kita, masyarakat yang selama ini harus memutar terlalu jauh atau terisolir bisa mendapatkan akses yang lebih cepat dengan adanya jembatan ini,” katanya.

Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi juga harapan baru bagi kehidupan mereka.

Salah satu warga Desa Kentengsari, Daryanto, mengaku selama ini warga harus memutar jauh jika ingin menuju Kecamatan Kedungjati.

“Dulu sempat ada perahu untuk menyeberang, tapi hanyut terbawa arus sungai. Akhirnya kalau mau ke Kedungjati harus muter sekitar 12 kilometer, bisa sampai 30 menit perjalanan,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya jembatan tersebut akses menuju pusat ekonomi, perdagangan, hingga pendidikan kini menjadi jauh lebih dekat.

“Banyak warga yang berdagang pisang. Dengan jembatan ini akses ke pasar jadi lebih mudah. Bahkan ke Salatiga juga terasa lebih dekat,” katanya.

Hal serupa disampaikan Carik Desa Kentengsari, Wartoyo. Ia menuturkan sebelum ada jembatan, anak-anak sekolah harus berangkat sangat pagi karena jarak tempuh yang jauh dan kondisi jalan yang kurang baik.

“Dulu anak-anak kalau berangkat sekolah harus berangkat sekitar pukul 05.00 pagi karena jalannya jelek dan harus memutar jauh,” jelasnya.

Kini, dengan berdirinya Jembatan Garuda, mobilitas warga di dua desa tersebut diharapkan semakin lancar, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan kemudahan akses pendidikan masyarakat setempat.(int)

Editor : Abdul Rochim
#pangdam iv diponegoro #grobogan #jembatan Garuda