JAKARTA – Nama Aisyah Zakiyyah menjadi perhatian publik setelah diketahui menjabat sebagai Komisaris PT PP (Persero) Tbk, salah satu badan usaha milik negara (BUMN) sektor konstruksi.
Meski telah diangkat sejak Mei 2026, namanya baru ramai diperbincangkan pada Juli 2026 setelah muncul unggahan di media sosial yang mengaitkannya dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo.
Aisyah resmi diangkat sebagai Komisaris PT PP melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 19 Mei 2026 di Jakarta.
Baca Juga: Profil Rudi Margono, Plt Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah, Pernah Bertugas di KPK
Dalam susunan baru dewan komisaris, ia menggantikan Ernadhi Sudarmanto.
Perbincangan mengenai Aisyah mencuat setelah beredar unggahan di media sosial yang menyebut dirinya memiliki hubungan keluarga dengan Menteri PU Dody Hanggodo.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait yang mengonfirmasi hubungan tersebut.
Selain menjabat sebagai Komisaris PT PP, Aisyah juga masih bertugas sebagai Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum.
Sebelumnya, ia dikenal sebagai Juru Bicara Kementerian PU dan beberapa kali tampil menyampaikan informasi serta kebijakan kementerian kepada publik.
Berdasarkan profil perusahaan, Aisyah lahir di Jakarta pada 30 Desember 1993.
Dengan usianya yang masih muda, ia menjadi salah satu komisaris termuda yang pernah duduk di jajaran Dewan Komisaris PT PP.
Pengangkatannya sebagai komisaris memunculkan beragam tanggapan. Sebagian pihak menilai langkah tersebut sebagai bagian dari regenerasi dan penyegaran struktur perusahaan.
Namun, ada pula yang mempertanyakan latar belakang kariernya karena dinilai tidak berasal langsung dari bidang konstruksi.
PT PP merupakan salah satu BUMN karya terbesar di Indonesia yang bergerak di sektor konstruksi, engineering, procurement and construction (EPC), investasi, properti, hingga pembangunan berbagai proyek infrastruktur nasional.
Sebagai komisaris, Aisyah bertugas menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan direksi serta memberikan masukan strategis bagi perusahaan. Posisi tersebut berbeda dengan direksi yang bertanggung jawab atas operasional sehari-hari perusahaan.
Menteri PU Juga Jadi Sorotan karena Surat Kunker ke New York
Di tengah perhatian terhadap Aisyah Zakiyyah, Menteri PU Dody Hanggodo juga menjadi sorotan setelah beredar dokumen mengenai rencana kunjungan kerja ke New York, Amerika Serikat.
Dokumen berupa surat Sekretaris Jenderal Kementerian PU Nomor HL04/T/Sj/2026/81 tertanggal 29 Juni 2026 memuat daftar delegasi yang direncanakan menghadiri High-Level Meeting on the Midterm Review of the New Urban Agenda di New York pada 13–19 Juli 2026.
Sekretaris Jenderal Kementerian PU Apri Artoto membenarkan surat tersebut merupakan dokumen resmi untuk keperluan administrasi pengurusan visa.
Ia juga mengonfirmasi terdapat nama anggota keluarga Menteri PU dalam daftar tersebut, namun menegaskan daftar delegasi masih dapat berubah.
Apri memastikan apabila anggota keluarga menteri ikut dalam perjalanan tersebut, seluruh biaya akan ditanggung secara pribadi dan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain itu, Kementerian PU juga akan menelusuri pihak yang membocorkan dokumen tersebut.
Jika kebocoran berasal dari internal kementerian, pemerintah menyatakan akan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.(*)