GROBOGAN - Keinginan kuat untuk keluar dari zona nyaman menjadi awal langkah Anjaly Parsmawati mengikuti ajang Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Grobogan 2025.
Mahasiswi aktif dari Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta ini mengaku, sejak awal dirinya sudah memiliki ketertarikan pada ajang tersebut.
Karena ingin bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah asalnya, Grobogan.
“Selain ingin mengembangkan diri di bidang public speaking, leadership, dan memperluas jejaring sosial. Saya juga ingin ikut mengenalkan potensi pariwisata Grobogan ke tingkat yang lebih luas,” tutur perempuan yang lahir di Grobogan, 24 Oktober 2004 ini.
Dengan kemampuan public speaking dan bakat menyanyi yang dimilikinya, serta keunggulan dalam beradaptasi dan belajar cepat, dia berhasil melalui berbagai tahapan seleksi dengan semangat.
Njaly -sapaan akrabnya- ini mengaku banyak pengalaman menarik dan bahkan ‘drama kecil’ yang ia lewati selama proses seleksi berlangsung.
Salah satu pengalaman paling berkesan terjadi saat sesi city tour.
Di sesi ini, para finalis diajak mengunjungi berbagai destinasi wisata di Grobogan dan terlibat langsung dalam belajar dari para pelaku UMKM lokal.
“Saya sangat menikmati momen itu, bisa langsung menyentuh dunia nyata pariwisata dan ekonomi kreatif Grobogan, dan banyak belajar,” kenangnya.
Tak kalah seru adalah momen karantina, di mana Anjaly bisa berkenalan dengan banyak teman baru dari latar belakang yang berbeda-beda.
Ia merasa atmosfer penuh semangat selama masa karantina membuatnya makin percaya bahwa generasi muda punya peran besar dalam menggerakkan pariwisata berkelanjutan.
Namun, perjuangan menuju malam grand final juga diwarnai pengalaman unik.
Enam jam sebelum malam final berlangsung, Anjaly masih disibukkan dengan mencari properti untuk opening dance.
Ia berkeliling Kota Purwodadi sejak pukul 11 siang demi menemukan heels yang cocok.
Setelah menemukannya, ia langsung bersiap make-up dengan kondisi mental campur aduk antara panik dan takut.
Bahkan saat sesi foto, rasa cemas masih membayangi. “Waktu itu beneran enggak mood foto sama sekali, pikiran sudah bercampur jadi satu,” ujarnya.
Kini, setelah menjadi bagian dari Duta Wisata Grobogan 2025, Anjaly membawa harapan besar untuk kemajuan pariwisata daerahnya.
Ia berharap ke depan promosi digital bisa diperkuat, kolaborasi dengan UMKM semakin erat, serta infrastruktur wisata diperbaiki dan diperluas.
“Saya ingin Grobogan dikenal luas sebagai daerah yang kaya akan budaya dan potensi alam. Saya juga percaya generasi muda bisa menjadi pemandu sekaligus penggerak wisata yang berkelanjutan,” ungkapnya penuh semangat.
Anjaly bahkan sudah menyiapkan langkah lanjutan.
Ia berencana membuat konten video pendek di media sosial seperti Instagram Reels dan TikTok, untuk menceritakan langsung potensi-potensi di berbagai destinasi wisata Grobogan.
Dengan gaya bercerita khas anak muda dan pendekatan visual yang menarik, ia berharap bisa menggaet perhatian publik yang lebih luas, khususnya kalangan muda.
Dari panggung Duta Wisata, langkah Anjaly terus berlanjut menjadi pencerita, promotor, dan harapan baru bagi pariwisata Grobogan. (int/amr)
Editor : Syaiful Amri