RADARPATI.ID - Flonia Sherly Nafissa Ariyanto tak menyangka bisa berada di posisi dan bersaing di ajang bergengsi.
Ia berhasil mengharumkan nama Pati di kancah internasional.
Flo sapaan akrabnya. Ia meraih penghargaan Best Paper Award dan Gold Award.
Prestasi itu ia peroleh dalam ajang International Creative Papers Conference & Olympics (ICPC) yang digelar di Seoul National University of Education, Korea Selatan, pada Jumat (17/1).
Siswi SMAN 1 Kayen, Kabupaten Pati itu mewakili Indonesia di kompetisi bergengsi tersebut.
Ia mempresentasikan paper berjudul Cassava Bun. Yakni roti berbahan dasar tepung singkong yang dirancang khusus untuk remaja penderita Celiac Disease.
Karya inovatif ini mengantarkannya menjadi juara di antara 80 tim dari 13 negara, termasuk Amerika Serikat, Vietnam, China, Malaysia, dan tuan rumah Korea Selatan.
Ia sangat bangga dengan prestasi yang diraihnya. Juga tidak pernah menyangka bisa berada di posisi tersebut dan bersaing di ajang yang begitu bergengsi.
“Perasaannya tentu sangat senang dan tidak pernah terbayangkan bisa sampai ke tahap ini. Saya tertarik mengikuti ajang ini karena merupakan pencapaian luar biasa di negara impian banyak orang,” ungkap Flonia.
Ia juga terkesan dengan kesempatan mengenal peserta dari berbagai negara.
“Ada 80 tim dari 13 negara, dan menurut saya lawan terberat berasal dari Vietnam,” tambahnya.
Untuk meraih penghargaan ini, Flonia melakukan persiapan matang.
Ia menghabiskan waktu selama libur akhir tahun untuk penelitian, pembuatan materi presentasi, hingga bimbingan intensif di sekolah.
“Persiapannya sangat panjang. Mulai dari penelitian, membuat PowerPoint, menghafal script, belajar presentasi, hingga bimbingan di sekolah selama libur akhir tahun. Delegasi dari SMANSAKA hanya saya sendiri,” jelas Flonia.
Ia juga berterima kasih atas dukungan dari orang tua, guru, dan teman-temannya yang memberinya semangat untuk terus percaya diri.
Setelah membawa pulang medali emas dan piagam penghargaan, Flonia berharap prestasinya dapat menginspirasi generasi muda.
Khususnya di Kabupaten Pati, untuk tidak pernah menyerah mengejar mimpi.
“Semoga apa yang sudah saya raih bisa menjadi contoh untuk remaja di luar sana, terutama di Kabupaten Pati, agar tidak lelah bermimpi dan berprestasi.
Harapan saya, semoga ini menginspirasi para remaja untuk terus mengembangkan diri,” pesannya.
Prestasi Flonia menjadi bukti bahwa kerja keras dan dedikasi mampu membawa nama Indonesia dikenal di tingkat dunia.
Ia berharap bisa terus berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. (adr/him)
Editor : Abdul Rochim