Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Lebih Dekat dengan Sarasuni Band yang Eksis di Luar Negeri Kenalkan Genre Pesisir ke Mancanegara

Andre Faidhil Falah • Minggu, 24 November 2024 | 14:50 WIB

 

Grup Musik Sarasuni asal Pati yang perform di Belanda. (DOK Sarasuni untuk RadarPati.ID)
Grup Musik Sarasuni asal Pati yang perform di Belanda. (DOK Sarasuni untuk RadarPati.ID)

RadarPati.ID - Grup band Sarasuni asal Pati sukses tampil di luar negeri. Mereka mengenalkan genre musik pesisir.

ANDRE FAIDHIL FALAH, Pati, Radar Kudus

BUDIONO berada di depan panggung di salah satu even di Rijswijk, Belanda.

Meski di luar negeri, ia tetap menyanyikan lagu daerah. Bersama rekannya, ia menyanyikan semacam lagu dari bahasa Jawa

Sarasuni mempersembahkan karya-karya musik khas mereka. Selain itu, membawakan lagu-lagu tradisional Jawa.

Komposisi personelnya pun komplit. Ada Yuli Agung Wibowo sebagai gitaris.

Kemudian drummer-nya Hizkia Kartiko Nugroho. Posisi gitar bas diisi Arif Hartanto. 

Mereka memang ingin memperkenalkan bahasa daerah ke mancanegara.

Musiknya terdengar seperti rock. Namun, Arif Hartanto atau Acong menamai genrenya fusion pesisir ndeso, rock.

”Asal dari Pati Jareng. Genre fusion pesisir ndeo, rock. Sudah setahunan ini,” kata Acong. 

Grub band itu juga tak melulu tampil di luar negeri. Acong kerap tampak di berbagai even lokalan.

Seperti Festival Lima Gunung. Juga pernah di Festival Muria Raya.

”Banyak kalau tampil. Pementasan di acara Festival Lima Gunung, Festival Muria Raya, Festival Islam kepulauan,” imbuhnya.

Memang, dari band bagi Acong bisa mempererat persaudaraan. Di samping itu relasi. Juga menyalurkan hobi.

”Nama band sendiri artinya menyelaraskan bunyi-bunyian. Dari Hobi. Terus sekarang dengan musik jadi modal kita untuk srawung,” ucapnya.

Mereka tak ujuk-ujuk tampil di Belanda. Tapi ada proses yang dilaluinya dari banyak relasi.

Beberapa tahun belakangan ini grub band itu aktif mengisi acara berbagai festival.

Berkat kolaborasi dengan berbagai tokoh seni dan festival budaya seperti Festival Lima Gunung dan Lingkar Maiyah, mereka bisa menampilkan budaya Indonesia di Eropa.

”Perihal di Belanda, dari jejaring acara-acara kegiatan kebudayaan. Dan Festival 2 desa dan yang sangat berjasa adalah Mas Brian Trinanda Kusuma Adi,” ucapnya.

Festival Lima Gunung lima gunung sendiri tahun ini digelar pada 17-29 September 2024 lalu.

Festival kesenian itu diprakarsai oleh Komunitas Lima Gunung dan bertempat di sejumlah titik.

Setidaknya ada 120 kelompok kesenian dari berbagai daerah yang akan mengikuti festival tersebut.

Harapannya, keberadaan Sarasuni di panggung mancanegara semakin memperkuat citra Kabupaten Pati.

Sehingga tidak hanya dikenal sebagai pusat kelompok kesenian ketoprak, tetapi juga memiliki beragam potensi seni budaya lainnya.

Tak hanya ke Belanda saja. Sarasuni juga menyasar wilayah Asia. Salah satunya, Jepang.

Mereka juga berkolaborasi dengan salah satu penari asal Jepang. Yaitu, Yuta Kuroki.

Yuta Kuroki ini lahir dalam keluarga yang mewarisi 'Kagura' Jepang (musik dan tarian sakral yang dipentaskan di kuil) dari generasi ke generasi.

Sejak kecil, ia sudah akrab dengan 'Kagura' Jepang, seni pertunjukan tradisional Jepang. (adr/him)

Editor : Abdul Rochim
#pati #belanda #musik #pesisir #tradisional jawa