WIDIANTI kumalasiwi menjadi salah satu atlet yang sering meraih juara dari berbagai kejuaraan, baik tingkat provinsi hingga nasional.
Tak hanya di arena, di luar dia juga dikenal rajin tahajud dan puasa Senin-Kamis.
Apalagi menjelang turnamen, hal itu menjadi salah satu bentuk ritual khusus bagi Widiyanti.
Sebab menurutnya, latihan keras saja tidak cukup untuk menghadapi turnamen pencak silat.
Menurut pengalamannya, menjelang bertanding ternyata ada atlet yang mempercayai tahayul.
Dengan melakukan ritual khusus yang mereka yakini bisa memberi keberuntungan dan kemenangan.
Mahasiswi IAIN Kudus ini, sudah mulai menekuni olahraga bela diri sejak dini.
”Waktu kecil memang saya ikut les olahraga bela diri. Sebab, dia dulu paling kecil di kelas. Niatnya dulu melatih mental karena keseringan di-bully," ucap mahasiswi kelahiran 10 Desember 2024 ini.
Di antara prestasinya, pada 2012 dia menang beberapa kejuaraan, seperti Pencak Silat Seni Ganda Putri Kejurda Jawa Tengah (Jateng).
Pada 2015 saat dia duduk kelas VII SMP meraih juara III.
Selain itu, dia meraih jJuara pencak silat seni Festival Berkelompok Kejurda Jateng, juara pencak silat seni ganda putri Porseni NU nasional.
Juara pencak silat seni ganda putri Kejurprov Jateng, juara pencak silat ganda putri Pesona PTKN tingkat nasional, juara pencak silat seni ganda putri Porprov Jateng. (mel/lin)
Editor : Achmad Ulil Albab