
KUDUS – Penyanyi Charly Van Houten bakal menjadi salah satu bintang tamu dalam Festival Budaya Situs Sumur Gentong 2026 di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus.
Kehadiran vokalis yang dikenal lewat sejumlah karya musik tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara budaya yang mengusung tema air sebagai sumber kehidupan dan bagian penting dari sejarah peradaban.
Festival Budaya Situs Sumur Gentong 2026 mengangkat tema “Merayakan Budaya Melalui Air, Lestarikan Warisan, Hidupkan Peradaban”.
Baca Juga: Guyon Waton Siap Guncang Kudus, Tampil Gratis di Hari Jadi ke-477
Kegiatan berlangsung 7-13 September 2026 dengan berbagai agenda, mulai pentas seni, pengajian, sarasehan budaya, hingga kirab budaya.
Charly dijadwalkan tampil dalam agenda Pengajian Budaya “Harmoni Kebesaran-Mu” pada Kamis (10/9) malam.
Acara yang dimulai pukul 19.30 hingga selesai tersebut juga menghadirkan Ustadz Hasan Khosasih dari Cahaya Indonesia iNews TV dan komedian Aziz Gagap.
Kehadiran Charly tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat. Festival tersebut dirancang sebagai ruang untuk mempertemukan seni, agama, sejarah, dan budaya di kawasan Situs Sumur Gentong.
Rangkaian kegiatan festival telah dimulai sebelum pembukaan. Pada Jumat (4/9) digelar pembacaan ahli kubur, dilanjutkan tahtiman Al-Qur'an 30 juz pada Sabtu (5/9).
Sehari berikutnya, masyarakat mengikuti klumpukan warga dan pengajian Maulid.
Pembukaan Festival Budaya Situs Sumur Gentong dijadwalkan Senin (7/9) sore. Malam harinya dilanjutkan pentas seni dan penampilan Qasidah Al-Ghazali.
Rangkaian pentas seni berlanjut hingga Rabu (9/9), dengan penampilan MBG Band dan Papayo Band yang mengusung musik reggae.
Setelah malam budaya bersama Charly Van Houten, Aziz Gagap, dan Ustadz Hasan Khosasih, festival dilanjutkan pentas seni pada Jumat (11/9) malam dengan penampilan Ambyaran Band yang membawa nuansa dangdut Jawa.
Agenda berikutnya pada Sabtu (12/9) malam menjadi salah satu bagian penting festival, yakni pengajian Maulid dan sarasehan budaya bertema “Air sebagai Bukti Sejarah Perkembangan Budaya”.
Sarasehan menghadirkan Sangita Lesbumi, Linguistik Puisi Lesbumi, Tinjauan Suci, Ustadz Nur Khayadi selaku pemangku Situs Sumur Gentong, serta Muhammad Yaser Arafat, dosen sosiologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Puncak festival berlangsung Minggu (13/9) melalui kirab budaya mulai pukul 08.00 hingga 11.00. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penutupan festival.
Selain pagelaran budaya dan kegiatan keagamaan, festival juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati UMKM dan kuliner tradisional. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Situs Sumur Gentong, Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus.
Festival tersebut diharapkan menjadi momentum untuk kembali melihat air bukan sekadar sebagai sumber kehidupan, tetapi juga bagian dari warisan sejarah dan perkembangan budaya masyarakat. (*/him)
Editor : Abdul Rochim