RADARPATI.JAWAPOS.COM - Jagat media sosial TikTok dan X (sebelumnya Twitter) mendadak dihebohkan dengan tingginya volume pencarian tautan berlabel "link full 7 menit" yang dikaitkan dengan isu "kasir Indomaret Coolmax".
Namun, penelusuran fakta mengonfirmasi bahwa klaim keberadaan video asusila utuh berdurasi tujuh menit tersebut merupakan narasi palsu (hoaks) yang sengaja dibuat untuk memicu sensasi (clickbait).
Baca Juga: Cek Nominal Gaji Pokok PNS 2026 Terbaru, Capai Rp 6 Juta
Isu yang mulai merebak pada pertengahan Agustus 2026 ini berawal dari unggahan materi visual berupa kompilasi foto dan cuplikan video terpisah. Unggahan tersebut menampilkan beberapa sosok perempuan berbeda dengan latar, konteks, dan aktivitas yang sama sekali tidak berkaitan—mulai dari mirror selfie, perempuan berhijab di dekat keranjang belanja, hingga foto produk perawatan rambut.
Oleh sejumlah pemilik akun, potongan-potongan konten yang acak tersebut kemudian disandingkan dengan musik latar lagu "Dora-Dora" serta penggalan caption provokatif seperti "link full 7 menit", "kasir Indomaret viral", dan tagar populer demi mendongkrak traffic tayangan hingga ratusan ribu kali.
Hasil Penelusuran Fakta Isu Viral
Berdasarkan analisis konten dan verifikasi lapangan, ditemukan beberapa fakta utama terkait maraknya narasi tersebut:
Diskontinuitas Materi Visual: Tidak ada keterkaitan logika maupun visual antar-cuplikan. Wajah, latar tempat, dan situasi dalam setiap foto/video secara jelas menunjukkan individu yang berbeda.
Ketiadaan Bukti Video Utuh: Klaim mengenai rekaman tunggal berdurasi tujuh menit murni merupakan karangan teks pada caption dan tidak didukung oleh bukti rekaman valid.
Pencatutan Profesi dan Merek: Penggunaan istilah "kasir Indomaret" disinyalir kuat hanya dimanfaatkan sebagai label pemicu rasa penasaran publik. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari manajemen Indomaret mengenai pencatutan merek dan profesi ritel tersebut.
Bahaya Ancaman Phishing dan Kejahatan Siber
Lompatan angka pencarian kata kunci tersebut turut dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk menyebarkan tautan jebakan (phishing) di kolom komentar media sosial. Tautan yang diklaim sebagai link video lengkap diketahui mengarah pada situs-situs spam dan berbahaya.
Baca Juga: Rp 6 Juta Perbulan, Ini Minimal Gaji Pokok ASN 2026 Terbaru
Situs jebakan ini berpotensi meretas data sensitif pengguna, seperti pengambilalihan akun media sosial, pencurian alamat email, kata sandi, hingga penipuan kode verifikasi (OTP).
Masyarakat dan pengguna media sosial diimbau untuk lebih bijak dan kritis dalam menyaring informasi. Publik diminta tidak tergiur mengeklik tautan asing yang tidak dikenal serta menghentikan penyebaran narasi atau identitas seseorang yang belum terverifikasi demi mencegah penyebaran misinformasi dan melindungi keamanan data pribadi di ruang digital. (*)