Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Hanung Bramantyo Dorong Jepara Kembali Tegaskan Identitas Kota Kartini, Singgung Peluang Film Baru

Fikri Thoharudin • Senin, 13 Juli 2026 | 22:16 WIB
ELEGAN: Sutradara film Kartini Hanung Bramantyo ikut menyaksikan pameran TATAH di Museum Nasional. (TATAH UNTUK RADAR PATI)
ELEGAN: Sutradara film Kartini Hanung Bramantyo ikut menyaksikan pameran TATAH di Museum Nasional. (TATAH UNTUK RADAR PATI)

JEPARA – Sutradara Hanung Bramantyo menilai Jepara memiliki identitas sejarah yang sangat kuat sebagai Kota Kartini.

Namun, menurutnya, kekhasan tersebut belum tergarap secara maksimal sehingga masih terbuka peluang menghadirkan karya-karya baru.

Termasuk film yang mengangkat pemikiran dan warisan Raden Ajeng Kartini secara lebih mendalam.

Pernyataan itu disampaikan Hanung usai pemutaran film Kartini dalam rangkaian pameran seni ukir TATAH 2026 di Ruang Teater Museum Nasional Indonesia, Sabtu (11/7).

Baca Juga: Cak Lontong Kenang Temon: Sosok Lucu di Panggung dan Kehidupan Sehari-hari

Film tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan semangat pemberdayaan, kewirausahaan, dan pemikiran progresif Kartini kepada masyarakat.

Hanung mengatakan Jepara tidak semestinya kehilangan jati diri dengan mengikuti konsep pembangunan kota-kota lain.

Menurutnya, Jepara memiliki modal sejarah yang kuat, mulai dari sosok Kartini hingga Ratu Kalinyamat, yang seharusnya menjadi identitas utama daerah.

"Kota Jepara sangat spesifik, karakteristiknya kuat. Jepara harusnya memiliki karakteristik sendiri. Ratu Kalinyamat juga ada di sana. Kenapa Jepara harus meniru Jakarta, Yogyakarta, dan kota lain?" ujarnya.

Ia menilai tren pembangunan bergaya modern minimalis justru membuat ciri khas Jepara perlahan memudar, termasuk pada produk-produk budaya yang selama ini menjadi identitas daerah.

Hanung berharap Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Kementerian Kebudayaan terus melakukan revitalisasi identitas Kota Kartini sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat merasakan atmosfer sejarah saat berkunjung ke Jepara.

"Saya berharap pemda bersama kementerian terus melakukan revitalisasi agar Jepara kembali menjadi kota yang unik dan benar-benar menghadirkan sejarah seperti yang dicita-citakan Kartini," katanya.

Menurut Hanung, pemikiran Kartini jauh lebih luas daripada sekadar isu emansipasi perempuan.

Surat-surat Kartini juga memuat gagasan tentang pendidikan, ekonomi, kewirausahaan, kritik terhadap sistem patriarki, hingga kemajuan bangsa yang masih relevan hingga saat ini.

Ia menegaskan film bukanlah media yang menyampaikan seluruh fakta sejarah, melainkan sarana untuk membangkitkan rasa ingin tahu masyarakat agar terdorong mempelajari sejarah melalui buku, arsip, maupun ruang-ruang kebudayaan.

"Film hanya menjadi pemantik. Setelah menonton, masyarakat diharapkan terdorong membaca, mencari referensi, dan menggali sejarah lebih dalam," jelasnya.

Hanung bahkan membayangkan ekosistem kebudayaan yang menghubungkan bioskop dengan perpustakaan, museum, panggung teater, dan ruang literasi sehingga pengalaman memahami sejarah tidak berhenti setelah film selesai diputar.

Sementara itu, anggota tim riset sejarah Rumah Kartini, Daniel Frits Maurits Tangkilisan, menilai film Kartini karya Hanung memang tidak sepenuhnya mengikuti fakta sejarah secara utuh.

Meski demikian, film tersebut dinilai berhasil memperkenalkan nilai perjuangan Kartini kepada masyarakat luas.

Daniel berharap ke depan hadir film baru, baik layar lebar, miniseri, maupun animasi, yang lebih mendalam mengangkat kehidupan, pemikiran, karya, serta pengaruh Kartini, termasuk tokoh-tokoh lain di keluarganya seperti R.M. Sosrokartono.

Direktur TATAH 2026 Veronica Rompies juga berharap akan lahir karya sinema yang lebih banyak mengeksplorasi gagasan-gagasan Kartini.

"Film ini lebih menonjolkan emansipasi dan keindahan visual. Saya berharap ada karya lain yang lebih memperlihatkan keluasan pemikiran Kartini agar semakin dikenal masyarakat," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, pemerhati Kartini Susi Ernawati mengajak masyarakat memaknai perjuangan Kartini sebagai inspirasi untuk tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Rangkaian TATAH 2026 tidak hanya menghadirkan pemutaran film, tetapi juga pameran seni, diskusi sejarah.

Serta berbagai kegiatan edukatif yang menghubungkan karya seni dengan gagasan besar Kartini sebagai tokoh pembaharu bangsa. (fik)

 

Editor : Abdul Rochim
#Hanung Bramantyo #Kota Kartini #TATAH 2026 #jepara #kartini